Didalam komunikasi organisasi ada 2 faktor yang paling utama yang seringkali menjadi patokan seseorang untuk bertindak, yaitu LIKE dan DISLIKE. Setelah bincang santai dengan Supervisor sebuah perusahaan farmasi terkenal di Indonesia beberapa bulan lalu, terpikir juga untuk membagi hasil pembicaraan tersebut melalui blog Kepemimpinan ini.
Jika anda sebagai Pemimpin didalam organisasi senang (Like) dengan seseorang (sebut saja carin) didalam organisasi entah karena prestasi atau orang tersebut dapat diandalkan, maka kesalahan sebesar apapun yang telah diperbuat akan dapat dipertimbangkan kembali dan dicarikan alasan untuk dimaklumi, sebaliknya jika Dislike sudah “dicapkan ke jidat” seorang dari organisasi, maka ide yang sedemikian spektakuler pun akan menjadi garing di hadapan anda.
Jadi, berpikir dan bertindaklah obyektif, bukan subyektif (Like dan Dislike) agar kinerja team anda menjadi semakin spektakuler.
Ps:
Dalam perhitungan pendapatan, bukan nominalnya yang diperhatikan, tetapi berapa prosentase laba bersihnya.
Dalam perhitungan kemajuan keuangan organisasi, bukan prosentase laba bersih yang diperhatikan, tetapi berapa prosentasi yang benar-benar dapat “ditabung”. (SPP)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar