Terkadang tubuh kita melakukan sesuatu yang kelihatannya sederhana tetapi di luar kontrol kita, seperti halnya bersin, menguap, menggigil, mendengkur, dsb. Berikut penjelasan mengapa hal-hal tersebut terjadi:
Bersin
Bersin adalah ekspirasi udara secara cepat. Disebabkan karena terjadi iritasi di saluran hidung. Tujuannya adalah menghilangkan penyebab iritasi tersebut. Anak-anak bersin lewat hidung sedangkan orang dewasa lewat mulut. Kejadian ini terjadi di luar kontrol manusia dan susah dikendalikan.
Menguap
Menguap menunjukkan adanya kekurangan oksigen, atau akumulasi dari karbondioksida di paru-paru atau saluran pernapasan. Hal ini terjadi ketika seseorang berada pada kondisi tidak aktif dalam waktu yang lama, seperti duduk dan mendengarkan presentasi yang membosankan. Frekuensi bernapas berkurang dan kualitas udara di paru-paru dan saluran pernapasan tidak dapat ditoleransi. Penghirupan udara dalam bentuk membuka mulut lebar-lebar, mendorong udara kotor keluar, membawa karbondioksida bersamanya, dan menyerap oksigen.
Menggigil
Ketika otot berkontraksi untuk menghasilkan energi guna melakukan kerja maka dihasilkan panas sebagai produk sampingan. Jika tidak ada pekerjaan yang harus dilakukan maka, kontraksi otot menghasilkan panas dengan sendirinya. Hal ini terjadi dalam mekanisme fisiologis berupa menggigil, di mana gigi mengeretak dan bagian tubuh yang lain bergerak karena kontraksi otot yang bertujuan mengasilkan panas guna menjaga suhu tubuh tetap hangat.
Kejang/kram otot
Kejang/kram otot biasanya terjadi sebagai sinyal terhdap terjadinya otot tertarik. Hal ini biasanya terjadi pada atlit, atau pada manusia kebanyakan ketika sedang jatuh tertidur atau baru saja terbangun.
Perut bergemuruh
Otot perut berkontraksi dan menggerakkan udara di dalamnya. Hal ini sering terjadi ketika tidak ada makanan di dalam perut.
Mendengkur
Mendengkur terjadi ketika uvula (daging yang tergantung dalam kerongkongan) digerakkan oleh udara pernapasan yang masuk lewat mulut dan gerakannya menyentuh struktur kerongkongan yang lain.
Engkel yang bengkak
Ketika seseorang duduk tanpa menggerakkan kaki dalam waktu yang lam. Maka sering terjadi engkel yang mengalami pembengkakan.
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 18 Juni 2010
FATIGUE (KELELAHAN)

“Ya… memasuki menit ke-75 sepertinya para pemain sudah dilanda kelelahan sehingga operan bola pun yang yang salah sasaran.” Anda yang rajin menyaksikan pertandingan sepakbola tentu tidak asing dengan pernyataan komentator seperti itu. Sebenarnya apakah sejatinya yang disebut dengan kelelahan (fatique)? Mengapa manusia harus mengalaminya? Berikut sedikit penjelasan atas fenomena fisiologis itu:
Jika permintaan terhadap energi yang akan digunakan untuk bekerja melebihi setengah dari kapasitas maksimal dari oksigen yang dikonsumsi oleh seseorang maka proses metabolis penyediaan energi anaeorobic memegang peranan dalam usaha menutupi kelebihan permintaan tersebut. Hal ini dihasilkan dalam bentuk akumulasi potasium dan asam laktat, yang dipercaya sebagai alasan utama timbunya “kelelahan otot”, yang memaksa penghentian kerja otot. Durasi lamanya seseorang dalam melakukan kerja tergantung pada motivasi dan keinginan untuk menahan rasa lelah (fatigue), yang biasanya bersamaan waktunya dengan penghabisan deposit glikogen dalam otot yang sedang bekerja, dipasok ke dalam glukosa darah, dan terjadi peningkatan dalam kadungan asam laktat dalam darah. Bagaimanaupun juga, proses-proses yang terlibat dalam hal ini tidak sepenuhnya dapat dimengerti, motivasi tinggi yang dimiliki oleh seseorang bisa menyebabkan seseorang untuk tetap melakukan kerja, yang membutuhkan konsumsi oksigen yang tinggi, dalam beberapa menit, sementara sebagian orang merasa harus berhenti kendati baru megeluarkan sedikit usaha/effort.
“Fatigue” secara operasional didefinisikan sebagai “berkurangnya kemampuan otot untuk melanjutkan usaha yang telah dilakukan”. Fenomena ini paling baik diteliti dalam kondisi konstraksi otot statis. Jika usaha yang dilakukan melampaui 15% dari MVC (maximal voluntary contraction = konstraksi fakultatif maksimal), darah yang mengalir melaului otot akan berkurang, bahkan terhenti ketika usaha yang dilakukan sangat berat, ditunjukkan dengan peningkatan tekanan sistole darah. Darah mengalir yang tidak mencukupi membawa sejumlah akumulasi ion potasium di dalam cairan ekstrasel, dan penghabisan sodium ekstrasel. Berkombinasi dengan akumulasi fosfat (hasil degradasi ATP [Adenium Three Posphate]) intrasel, kejadian biomekanis ini mengganggu keserasian antara mekanisme gugup dan konstraksi serat otot.
Ketidakserasian antara kontrol CNS dan aktivitas otot mengindikasikan datangnya fatigue. Penghabisan ATP atau kreatin fosfat sebagai pembawa energi, akumulasi asam laktat, sejauh ini dipercaya sebagai penyebab kelelahan/fatigue, tetapi bukan penyebab utama. Juga, peningkatan ion positif hidrogen yang dihasilkan oleh metabolisme anaerobic, menyebabkan penurunan pH dalam otot, yang kemudian memicu timbulnya reaksi enzimatis, yang dikaenal sebagai reaksi pemecahan ATP (Kahn dan Monod, 1989).
Ketika beberapa aktivitas menyebabkan defisit oksigen yang berlanjut dan peningkatan kadar asam alktat dalam darah karena proses metabolisme anaerobik, keseimbangan antara permintaan dan suplai tidak tercapai; tidak terjadi kondisi “steady state”, dan kerja telah melampaui level kapasitas seperti ditunjukkan oleh gambar di bawah.
Fatigue yang terjadi bisa ditanggulangi dengan istirahat periodik yang dimasukkan di sela-sela kerja, yang memberikan kesamaan antara ratio waktu total kerja dan ratio waktu total istirahat, waktu istirahat periodik yang pendek tapi banyak memberikan nilai pemulihan yang lebih dibanding waktu istirahat periodik yang lama tapi sedikit. (SPP)
Minggu, 06 Juni 2010
Pengharum Ruangan, Sehat atau Tidak?
Pemakaian produk apa pun yang merupakan zat-zat kimia bila berlebihan atau terkontak langsung melalui sistem pernapasan, bakal menimbulkan gangguan pada fungsi sistem saraf. Contohnya, pingsan dan gangguan sistem pernapasan.
Begitu juga jika kontak dengan kulit. Bahan pewangi organik dapat dengan mudah terserap melalui kulit dan menyebabkan efek pada kulit seperti iritasi dan dermatitis meskipun komponen kimia aktif yang dikandung tiap pewangi berbeda-beda. Itulah mengapa efek bahayanya bisa berbeda-beda, tergantung pada komposisi dan bahan aktif aromanya.
Di pasaran ada berbagai jenis pewangi. Ada yang padat (biasanya pewangi yang diperuntukan untuk toilet dan lemari), ada yang cair, gel, dan ada pula yang semprot. Sementara penggunaannya ada yang digantungkan, ada yang diletakkan begitu saja, atau ditempatkan di bibir AC maupun kipas angin.
Bahaya pewangi umumnya tergantung pada jenis atau bentuknya maupun pewangi dan komponen-komponen kimia aktif yang terkandung di dalamnya, disamping faktor pengaruh lain, seperti jalur paparannya.
Dari segi bentuk, yang mudah menguap (aerosol) lebih berisiko bagi tubuh, terutama jika terjadi kontak langsung melalui sistem pernapasan. Namun demikian, kontak yang terjadi melalui kulit pun bukan tidak berisiko mengingat zat pewangi akan begitu mudah memasuki tubuh. Sementara ini di pasaran ada dua jenis zat pewangi, yakni yang berbahan dasar air dan minyak.
Pewangi berbahan dasar air umumnya memiliki kestabilan aroma (wangi) relatif singkat (sekitar 3-5 jam). Itulan mengapa pewangi berbahan dasar air relatif lebih aman bagi kesehatan dibandingkan pewangi berbahan dasar minyak. Adapun yang berbahan dasar minyak, biasanya menggunakan beberapa bahan pelarut/cairan pembawa, diantaranya isoparafin, diethylphthalate atau campurannya.
Pewangi berbahan dasar minyak lebih tahan lama sehingga harga jualnya bisa lebih mahal. Sementara, jenis pewangi yang disemprotkan umumnya mengandung isobutane, n-butane, propane atau campurannya. Untuk bentuk gel disertai kandungan bahan gum. Adapun zat aktif aroma bentuk ini umumnya berupa campuran zat pewangi, seperti limonese, benzyl acetate, linalool, citronellol, ocimene, dan sebagainya.
Pada prinsipnya semua zat pewangi tersebut berisiko terhadap kesehatan. Terutama terhadap mereka yang berada pada kondisi retan seperti ibu hamil, bayi, dan anak, ataupun orang yang sangat sensitif terhadap zat-zat pewangi. Sayangnya, sekitar 80% zat pewangi belum teruji keamanannya terhadap manusia. Di sinilah kewaspadaan konsumen betul-betul dituntut.
Adapun pewangi yang sudah dilarang The International Fragrance Association (IFRA) di antaranya pewangi yang mengandung musk ambrette, geranyl nitrile, dan 7-methyl coumarin. Sedangkan yang berbentuk gel dilarang bila mengandung zat-zat pengawet yang berbahaya bagi kesehatan, seperti formaldehyde atau methyl-chloroisothiozilinone.
Jadi, tidak semua pewangi memberi efek negatif bagi kesehatan. Artinya, kita masih bisa menggunakan pewangi yang beredar di pasaran.
(M Fauzisyah/berbagai sumber) (SPP)
Begitu juga jika kontak dengan kulit. Bahan pewangi organik dapat dengan mudah terserap melalui kulit dan menyebabkan efek pada kulit seperti iritasi dan dermatitis meskipun komponen kimia aktif yang dikandung tiap pewangi berbeda-beda. Itulah mengapa efek bahayanya bisa berbeda-beda, tergantung pada komposisi dan bahan aktif aromanya.
Di pasaran ada berbagai jenis pewangi. Ada yang padat (biasanya pewangi yang diperuntukan untuk toilet dan lemari), ada yang cair, gel, dan ada pula yang semprot. Sementara penggunaannya ada yang digantungkan, ada yang diletakkan begitu saja, atau ditempatkan di bibir AC maupun kipas angin.
Bahaya pewangi umumnya tergantung pada jenis atau bentuknya maupun pewangi dan komponen-komponen kimia aktif yang terkandung di dalamnya, disamping faktor pengaruh lain, seperti jalur paparannya.
Dari segi bentuk, yang mudah menguap (aerosol) lebih berisiko bagi tubuh, terutama jika terjadi kontak langsung melalui sistem pernapasan. Namun demikian, kontak yang terjadi melalui kulit pun bukan tidak berisiko mengingat zat pewangi akan begitu mudah memasuki tubuh. Sementara ini di pasaran ada dua jenis zat pewangi, yakni yang berbahan dasar air dan minyak.
Pewangi berbahan dasar air umumnya memiliki kestabilan aroma (wangi) relatif singkat (sekitar 3-5 jam). Itulan mengapa pewangi berbahan dasar air relatif lebih aman bagi kesehatan dibandingkan pewangi berbahan dasar minyak. Adapun yang berbahan dasar minyak, biasanya menggunakan beberapa bahan pelarut/cairan pembawa, diantaranya isoparafin, diethylphthalate atau campurannya.
Pewangi berbahan dasar minyak lebih tahan lama sehingga harga jualnya bisa lebih mahal. Sementara, jenis pewangi yang disemprotkan umumnya mengandung isobutane, n-butane, propane atau campurannya. Untuk bentuk gel disertai kandungan bahan gum. Adapun zat aktif aroma bentuk ini umumnya berupa campuran zat pewangi, seperti limonese, benzyl acetate, linalool, citronellol, ocimene, dan sebagainya.
Pada prinsipnya semua zat pewangi tersebut berisiko terhadap kesehatan. Terutama terhadap mereka yang berada pada kondisi retan seperti ibu hamil, bayi, dan anak, ataupun orang yang sangat sensitif terhadap zat-zat pewangi. Sayangnya, sekitar 80% zat pewangi belum teruji keamanannya terhadap manusia. Di sinilah kewaspadaan konsumen betul-betul dituntut.
Adapun pewangi yang sudah dilarang The International Fragrance Association (IFRA) di antaranya pewangi yang mengandung musk ambrette, geranyl nitrile, dan 7-methyl coumarin. Sedangkan yang berbentuk gel dilarang bila mengandung zat-zat pengawet yang berbahaya bagi kesehatan, seperti formaldehyde atau methyl-chloroisothiozilinone.
Jadi, tidak semua pewangi memberi efek negatif bagi kesehatan. Artinya, kita masih bisa menggunakan pewangi yang beredar di pasaran.
(M Fauzisyah/berbagai sumber) (SPP)
Mendengkur & henti nafas saat tidur dapat menyebabkan penyakit fatal & serius
Mendengkur terjadi akibat kelainan anatomi jaringan lunak dan tulang di saluran nafas bagian atas, dimana terjadi vibrasi berlebihan dan kolaps jaringan yang selanjutnya dapat menyebabkan penyempitan saluran nafas.
Umumnya penyebabnya terletak di palatum molle (langit-langit lunak) sebagai penyebab utama, diikuti uvula (anak lidah), faring (tenggorok), tonsil (amandel), adenoid (pada anak), lidah besar, sumbatan hidung (tulang bengkok dan konka besar).
Gaya hidup juga dapat memacu kelainan ini seperti obesitas, konsumsi alkohol dan merokok. Pada usia lanjut lebih sering ditemukan akibat elastisitas jaringan yang sudah mengendur. Jika vibrasi dan kolaps jaringan menyumbat jalan nafas maka akan terjadi obstructive sleep apnea (OSA).
Apa itu Mendengkur & OSA
Mendengkur adalah suara nafas yang menjadi keras saat seseorang tidur.
*
o Suara dapat sangat keras dan mengganggu teman tidur atau penghuni rumah lainnya.
o Suara timbul akibat vibrasi / getaran langit-langit lunak (soft palate) dan jaringan lunak lainnya di saluran nafas.
o Vibrasi terjadi akibat aliran turbulensi udara pernafasan karena sumbatan parsial di saluran nafas atas yaitu mulai dari rongga hidung sampai bagian dalam leher di daerah pita suara.
OSA atau Obstructive Sleep Apnu adalah sumbatan nafas terjadi saat tidur.
*
o Saat tidur tonus otot menurun, maka terjadi vibrasi jaringan saluran nafas yang menyebabkan bunyi mendengkur. Khusus pada penderita sleep-apnu, jaringan tanpa tonus ini menyumbat saluran nafas dan menyebabkan henti nafas.
o Tergantung letak sumbatan, maka suara dengkuran dapat timbul dari dalam rongga hidung, rongga belakang langit-langit lunak, rongga di belakang lidah.
o Saat rongga / saluran tersumbat, penderita tidak dapat bernafas. Otak segera mengirimkan sinyal agar segera bangun untuk bernafas. Penderita akan bangun untuk bernafas dan segera tertidur kembali seringkali tanpa menyadari bahwa ia terjaga sesaat. Terkadang penderita bisa merasakan seolah-olah tercekik, bangun dengan berdebar-debar, berkeringat atau mimpi buruk seperti dicekik orang atau tenggelam.
o Kejadian sumbatan nafas saat tidur dapat terjadi berulang kali, bisa lebih dari 30 kali perjam dan bisa berlangsung beberapa detik sampai hampir 1 menit. Ini mengakibatkan tubuh kekurangan oksigen secara berulang dan selanjutnya berdampak buruk bagi kesehatan, meyebabkan hipertensi, penyakit jantung, stroke bahkan mati mendadak.
o Keluhan lain adalah bangun pagi tidak segar, masih terasa cape, sakit kepala pagi hari, rasa mengantuk siang hari sehingga bagi pengemudi atau pekerja pabrik mudah terjadi kecelakaan. Keluhan lebih berat berupa gangguan konsentrasi, gangguan emosi, gangguan seksual dan lainnya (lihat di tanda & gejala)
Populasi penderita mendengkur dan OSA di Indonesia secara pasti belum diketahui, tetapi diduga mempunyai insidens yang cukup tinggi. Di Amerika, OSA didapati pada 1-4% populasi dengan mayoritas pada usia 40-50 tahun terutama yang menderita obesitas.
Gejala-gejala
OSA dapat dicurigai atau dikenali dengan gejala-gejala yang muncul pada malam maupun siang hari
► Gejala pada malam hari:
*
o Mendengkur dengan bunyi keras dan mengganggu.
o Napas berhenti di sela-sela mendengkur dan diakhiri dengan mendengus.
o Rasa sesak dan tercekik yang membuat penderita terbangun.
o Tidur tidak nyenyak karena sering terbangun dan berubah posisi.
► Gejala pada di siang hari:
*
o Bangun dengan perasaan tidak segar.
o Sakit kepala pagi hari.
o Sakit atau nyeri tenggorokan pada saat bangun tidur.
o Mengantuk yang berlebihan di siang hari atau exessive daytime sleepiness (EDS).
o Kelelahan berkepanjangan.
o Perubahan kpribadian
o Gangguan konsentrasi dan memori.
Mereka yang memiliki gejala-gejala di atas disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.
www.mendengkur.com
Pusat informasi dan solusi masalah mendengkur & OSA
Copyright Asosiasi Mendengkur Indonesia (SPP)
Umumnya penyebabnya terletak di palatum molle (langit-langit lunak) sebagai penyebab utama, diikuti uvula (anak lidah), faring (tenggorok), tonsil (amandel), adenoid (pada anak), lidah besar, sumbatan hidung (tulang bengkok dan konka besar).
Gaya hidup juga dapat memacu kelainan ini seperti obesitas, konsumsi alkohol dan merokok. Pada usia lanjut lebih sering ditemukan akibat elastisitas jaringan yang sudah mengendur. Jika vibrasi dan kolaps jaringan menyumbat jalan nafas maka akan terjadi obstructive sleep apnea (OSA).
Apa itu Mendengkur & OSA
Mendengkur adalah suara nafas yang menjadi keras saat seseorang tidur.
*
o Suara dapat sangat keras dan mengganggu teman tidur atau penghuni rumah lainnya.
o Suara timbul akibat vibrasi / getaran langit-langit lunak (soft palate) dan jaringan lunak lainnya di saluran nafas.
o Vibrasi terjadi akibat aliran turbulensi udara pernafasan karena sumbatan parsial di saluran nafas atas yaitu mulai dari rongga hidung sampai bagian dalam leher di daerah pita suara.
OSA atau Obstructive Sleep Apnu adalah sumbatan nafas terjadi saat tidur.
*
o Saat tidur tonus otot menurun, maka terjadi vibrasi jaringan saluran nafas yang menyebabkan bunyi mendengkur. Khusus pada penderita sleep-apnu, jaringan tanpa tonus ini menyumbat saluran nafas dan menyebabkan henti nafas.
o Tergantung letak sumbatan, maka suara dengkuran dapat timbul dari dalam rongga hidung, rongga belakang langit-langit lunak, rongga di belakang lidah.
o Saat rongga / saluran tersumbat, penderita tidak dapat bernafas. Otak segera mengirimkan sinyal agar segera bangun untuk bernafas. Penderita akan bangun untuk bernafas dan segera tertidur kembali seringkali tanpa menyadari bahwa ia terjaga sesaat. Terkadang penderita bisa merasakan seolah-olah tercekik, bangun dengan berdebar-debar, berkeringat atau mimpi buruk seperti dicekik orang atau tenggelam.
o Kejadian sumbatan nafas saat tidur dapat terjadi berulang kali, bisa lebih dari 30 kali perjam dan bisa berlangsung beberapa detik sampai hampir 1 menit. Ini mengakibatkan tubuh kekurangan oksigen secara berulang dan selanjutnya berdampak buruk bagi kesehatan, meyebabkan hipertensi, penyakit jantung, stroke bahkan mati mendadak.
o Keluhan lain adalah bangun pagi tidak segar, masih terasa cape, sakit kepala pagi hari, rasa mengantuk siang hari sehingga bagi pengemudi atau pekerja pabrik mudah terjadi kecelakaan. Keluhan lebih berat berupa gangguan konsentrasi, gangguan emosi, gangguan seksual dan lainnya (lihat di tanda & gejala)
Populasi penderita mendengkur dan OSA di Indonesia secara pasti belum diketahui, tetapi diduga mempunyai insidens yang cukup tinggi. Di Amerika, OSA didapati pada 1-4% populasi dengan mayoritas pada usia 40-50 tahun terutama yang menderita obesitas.
Gejala-gejala
OSA dapat dicurigai atau dikenali dengan gejala-gejala yang muncul pada malam maupun siang hari
► Gejala pada malam hari:
*
o Mendengkur dengan bunyi keras dan mengganggu.
o Napas berhenti di sela-sela mendengkur dan diakhiri dengan mendengus.
o Rasa sesak dan tercekik yang membuat penderita terbangun.
o Tidur tidak nyenyak karena sering terbangun dan berubah posisi.
► Gejala pada di siang hari:
*
o Bangun dengan perasaan tidak segar.
o Sakit kepala pagi hari.
o Sakit atau nyeri tenggorokan pada saat bangun tidur.
o Mengantuk yang berlebihan di siang hari atau exessive daytime sleepiness (EDS).
o Kelelahan berkepanjangan.
o Perubahan kpribadian
o Gangguan konsentrasi dan memori.
Mereka yang memiliki gejala-gejala di atas disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.
www.mendengkur.com
Pusat informasi dan solusi masalah mendengkur & OSA
Copyright Asosiasi Mendengkur Indonesia (SPP)
Posisi Tidur Tepat untuk Kenyamanan
Tak jarang setelah tidur semalaman, badan justru terasa lebih “berat” dan pegal-pegal.
Berbagai keluhan pun kerap muncul, seperti sakit leher, yang megganggu aktivitas sehari-hari. Bia Anda pun mengalaminya, tak ada salahnya untuk mencermati posisi tidur sehari-hari.
Memang kalau rasa kantuk telah datang, posisi tidur menjadi urutan kesekian. Padahal posisi tidur ini sangat memengaruhi kesegaran tubuh keesokan harinya.
Posisi tengkurap
Banyak orang yang langsung merebahkan diri di atas kasur dengan posisi tengkurap. Padahal posisi ini dapat menekan perut, hati dan organ tubuh lainnya sehingga aliran udara dan darah dalam tubuh pun tidak lancar.
Miring ke kiri
Banyak yang tidak menyadari bahwa posisi dengan menghadap ke arah kiri dapat menekan jantung. Untuk menyiasatinya, gunakan bantal yang dapat mengisi ?ruang kosong? antara leher dan kasur. Walau terlihat sepele, namun cara ini dapat menghindari terjadinya sakit leher.
Miring ke kanan
Posisi tidur yang dianggap paling “aman” adalah dengan menghadap ke kanan karena tidak menekan jantung sehingga aliran darah di dalam tubuh dapat berjalan lebih lancar. Bila peredaran darah lancar, sistem metabolisme tubuh pun meningkat dan rasa pegal dapat dihindari.
Punggung Anda pun dapat merasa “stres”, Anda dapat menanggulanginya dengan tidur dalam posisi seperti janin di dalam rahim. Yaitu dengan sedikit meringkuk, lutut naik sedikit ke atas dan memeluk guling.
Posisi telentang
Posisi ini juga dianggap baik bagi peredaran darah dalam tubuh. Tapi, usahakan agar bantal dapat menopang seluruh kepala hingga bagian leher. Untuk menanggulangi bagian pinggang yang terasa pegal, Anda dapat menyiasatinya dengan menaruh bantal empuk di bawah lutut. Anda juga dapat menggunakan bantal kecil atau handuk yang digulung yang ditaruh di belakang leher, asalkan tidak terlalu tinggi.
Bantal juga memegang peranan penting dalam posisi tidur. Gunakanlah selalu bantal yang dapat menopang kepala dan leher dengan baik. Jangan gunakan bantal yang teralu tinggi, terlalu padat atau terlalu tipis karena hanya akan membuat Anda mengalami sakit leher dan peredaran darah ke otak pun tidak lancar. (ADT)
By pusat data dan informasi @ departemen kesehatan (SPP)
Berbagai keluhan pun kerap muncul, seperti sakit leher, yang megganggu aktivitas sehari-hari. Bia Anda pun mengalaminya, tak ada salahnya untuk mencermati posisi tidur sehari-hari.
Memang kalau rasa kantuk telah datang, posisi tidur menjadi urutan kesekian. Padahal posisi tidur ini sangat memengaruhi kesegaran tubuh keesokan harinya.
Posisi tengkurap
Banyak orang yang langsung merebahkan diri di atas kasur dengan posisi tengkurap. Padahal posisi ini dapat menekan perut, hati dan organ tubuh lainnya sehingga aliran udara dan darah dalam tubuh pun tidak lancar.
Miring ke kiri
Banyak yang tidak menyadari bahwa posisi dengan menghadap ke arah kiri dapat menekan jantung. Untuk menyiasatinya, gunakan bantal yang dapat mengisi ?ruang kosong? antara leher dan kasur. Walau terlihat sepele, namun cara ini dapat menghindari terjadinya sakit leher.
Miring ke kanan
Posisi tidur yang dianggap paling “aman” adalah dengan menghadap ke kanan karena tidak menekan jantung sehingga aliran darah di dalam tubuh dapat berjalan lebih lancar. Bila peredaran darah lancar, sistem metabolisme tubuh pun meningkat dan rasa pegal dapat dihindari.
Punggung Anda pun dapat merasa “stres”, Anda dapat menanggulanginya dengan tidur dalam posisi seperti janin di dalam rahim. Yaitu dengan sedikit meringkuk, lutut naik sedikit ke atas dan memeluk guling.
Posisi telentang
Posisi ini juga dianggap baik bagi peredaran darah dalam tubuh. Tapi, usahakan agar bantal dapat menopang seluruh kepala hingga bagian leher. Untuk menanggulangi bagian pinggang yang terasa pegal, Anda dapat menyiasatinya dengan menaruh bantal empuk di bawah lutut. Anda juga dapat menggunakan bantal kecil atau handuk yang digulung yang ditaruh di belakang leher, asalkan tidak terlalu tinggi.
Bantal juga memegang peranan penting dalam posisi tidur. Gunakanlah selalu bantal yang dapat menopang kepala dan leher dengan baik. Jangan gunakan bantal yang teralu tinggi, terlalu padat atau terlalu tipis karena hanya akan membuat Anda mengalami sakit leher dan peredaran darah ke otak pun tidak lancar. (ADT)
By pusat data dan informasi @ departemen kesehatan (SPP)
Keunggulan Konsumsi Tempe
Kandungan nutrisi yang terdapat di dalam tempe sangatlah tinggi. Tempe dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan asam amino, seperti tryptophan, threonin, isolusin, valin, dan histidin. Tempe juga mengandung vitamin B12 yang dihasilkan dari aktivitas mikroba dalam proses fermentasi.
Jika kita mengonsumsi tempe setiap hari, hal itu dapat memenuhi 62% protein yang dibutuhkan oleh tubuh, 35% riboflavin, 34% magnesium, 108% mangan, dan 46% tembaga. Selain itu, tempe hanya mengandung 3,7 gram lemak jenuh dan kurang dari 329 kilo kalori.
Kandungan nilai gizi tempe jauh lebih baik dibandingkan kedelai biasa. Kandungan asam amino bebasnya lebih tinggi 24 kali lipat. Nilai serat, vitamin B kompleks, efisiensi protein, dan nilai asam lemak bebasnya juga lebih baik. Itulah yang menyebabkan tempe berperan sebagai sumber protein sempurna bagi penderita diabetes. Kandungan tinggi seratnya berfungsi mengendalikan kadar gula darah dan mencegah diare pada anak kecil.
Kadar zat besinya yang tinggi, yaitu 4 mg/100 gram, menyebabkan tempe dapat mengatasi masalah anemia. Proses fermentasi dalam pembuatan tempe akan mengaktifkan enzim fitase sehingga dapat meningkatkan adsorpsi besi di dalam darah.
Keunggulan yang dikandung dalam tempe adalah sebagai berikut:
o Sumber antioksidan yang mengandung isoflavon aglikon sebagai pencegah kanker.
o Sumber antibiotik, zat antibakteri yang memperkecil peluang infeksi.
o Hipokolesterolemik, menurunkan lipid atau lemak dalam darah.
o Sumber vitamin B.
o Mengandung vitamin B12. Vitamin tersebut umumnya terdapat dalam produk hewani tapi tidak dijumpai pada makanan nabati, seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian.
o Mengandung delapan macam asam amino esensial dan asam lemak tidak jenuh.
o Mengandung serat tinggi.
o Mudah dicerna oleh semua kelompok umur, dari bayi sampai usia lanjut.
o Pengolahan kedelai menjadi tempe menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa, yang memicu timbulnya gejala flatulensi.
© Copyright 2007 info-sehat.com (SPP)
Jika kita mengonsumsi tempe setiap hari, hal itu dapat memenuhi 62% protein yang dibutuhkan oleh tubuh, 35% riboflavin, 34% magnesium, 108% mangan, dan 46% tembaga. Selain itu, tempe hanya mengandung 3,7 gram lemak jenuh dan kurang dari 329 kilo kalori.
Kandungan nilai gizi tempe jauh lebih baik dibandingkan kedelai biasa. Kandungan asam amino bebasnya lebih tinggi 24 kali lipat. Nilai serat, vitamin B kompleks, efisiensi protein, dan nilai asam lemak bebasnya juga lebih baik. Itulah yang menyebabkan tempe berperan sebagai sumber protein sempurna bagi penderita diabetes. Kandungan tinggi seratnya berfungsi mengendalikan kadar gula darah dan mencegah diare pada anak kecil.
Kadar zat besinya yang tinggi, yaitu 4 mg/100 gram, menyebabkan tempe dapat mengatasi masalah anemia. Proses fermentasi dalam pembuatan tempe akan mengaktifkan enzim fitase sehingga dapat meningkatkan adsorpsi besi di dalam darah.
Keunggulan yang dikandung dalam tempe adalah sebagai berikut:
o Sumber antioksidan yang mengandung isoflavon aglikon sebagai pencegah kanker.
o Sumber antibiotik, zat antibakteri yang memperkecil peluang infeksi.
o Hipokolesterolemik, menurunkan lipid atau lemak dalam darah.
o Sumber vitamin B.
o Mengandung vitamin B12. Vitamin tersebut umumnya terdapat dalam produk hewani tapi tidak dijumpai pada makanan nabati, seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian.
o Mengandung delapan macam asam amino esensial dan asam lemak tidak jenuh.
o Mengandung serat tinggi.
o Mudah dicerna oleh semua kelompok umur, dari bayi sampai usia lanjut.
o Pengolahan kedelai menjadi tempe menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa, yang memicu timbulnya gejala flatulensi.
© Copyright 2007 info-sehat.com (SPP)
Sarapan Dapat Cegah Penyakit Jantung
Banyak orang yang tidak melakukan sarapan pagi dikarenakan kesibukan di pagi hari untuk segera berangkat kerja atau sekolah. Atau mungkin juga karena anggapan yang salah, bahwa dengan tidak sarapan pagi akan membantu menurunkan berat badan.
Sebaliknya, tidak mengonsumsi sarapan pagi diketahui dapat menyebabkan berat badan bertambah dan berisiko untuk menderita penyakit jantung. Wanita sehat yang tidak sarapan selama dua minggu akan mengonsumsi makanan yang lebih banyak pada siang dan malam harinya. Hasilnya, kadar kolesterol LDL (kolesterol ‘buruk’) akan meningkat dan kepekaan terhadap hormon insulin akan menurun, dibandingkan dengan wanita yang mengonsumsi sarapan pagi setiap harinya.
Kadar kolestorol LDL yang tinggi dan gangguan kepekaan insulin merupakan faktor risiko utama untuk menderita penyakit jantung.
Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari sarapan maupun tidak sarapan pagi terhadap kalori yang masuk dan dibakar sepanjang hari dan hubungannya dengan insulin, kadar kolesterol dan glukosa pada 10 wanita sehat dengan berat badan normal.
Selama dua minggu, wanita tersebut mengonsumsi sarapan pagi yang berisi semangkuk sereal dengan 2% susu pada jam 7 dan 8 pagi. Kemudian pada jam 10.30 dan 11.00, mereka diberikan makanan kecil berupa permen batangan. Kemudian mereka mengonsumsi dua menu tambahan dan makanan ringan setiap harinya.
Setelah dua minggu berlalu, para wanita tersebut mengikuti panduan baru dengan tidak mengonsumsi sarapan pagi. Dan hanya mengonsumsi sereal di waktu makan siang, sekitar pukul 12 siang. Kemudian mereka mengonsumsi dua menu tambahan dan makanan ringan setiap hari selama dua minggu tersebut.
Hasilnya menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi sarapan pagi, kalori yang masuk lebih rendah 100 kalori dibanding dengan saat mereka tidak mengonsumsi sarapan pagi. Dan kolesterol ‘buruk’ (LDL) lebih rendah pada saat mereka mengonsumsi sarapan pagi. Selain itu, sarapan pagi membuat respon insulin juga lebih baik, yang berarti risiko untuk menderita diabetes juga menurun.
Walaupun tidak ada perbedaan berat badan bila mengonsumsi sarapan pagi maupun tidak, tapi dengan peningkatan kolesterol dan kadar insulin saat tidak mengonsumsi sarapan pagi membuat mereka berisiko untuk menderita penyakit jantung di kemudian hari.
Sumber: The American Journal of Clinical Nutrition (SPP)
Sebaliknya, tidak mengonsumsi sarapan pagi diketahui dapat menyebabkan berat badan bertambah dan berisiko untuk menderita penyakit jantung. Wanita sehat yang tidak sarapan selama dua minggu akan mengonsumsi makanan yang lebih banyak pada siang dan malam harinya. Hasilnya, kadar kolesterol LDL (kolesterol ‘buruk’) akan meningkat dan kepekaan terhadap hormon insulin akan menurun, dibandingkan dengan wanita yang mengonsumsi sarapan pagi setiap harinya.
Kadar kolestorol LDL yang tinggi dan gangguan kepekaan insulin merupakan faktor risiko utama untuk menderita penyakit jantung.
Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari sarapan maupun tidak sarapan pagi terhadap kalori yang masuk dan dibakar sepanjang hari dan hubungannya dengan insulin, kadar kolesterol dan glukosa pada 10 wanita sehat dengan berat badan normal.
Selama dua minggu, wanita tersebut mengonsumsi sarapan pagi yang berisi semangkuk sereal dengan 2% susu pada jam 7 dan 8 pagi. Kemudian pada jam 10.30 dan 11.00, mereka diberikan makanan kecil berupa permen batangan. Kemudian mereka mengonsumsi dua menu tambahan dan makanan ringan setiap harinya.
Setelah dua minggu berlalu, para wanita tersebut mengikuti panduan baru dengan tidak mengonsumsi sarapan pagi. Dan hanya mengonsumsi sereal di waktu makan siang, sekitar pukul 12 siang. Kemudian mereka mengonsumsi dua menu tambahan dan makanan ringan setiap hari selama dua minggu tersebut.
Hasilnya menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi sarapan pagi, kalori yang masuk lebih rendah 100 kalori dibanding dengan saat mereka tidak mengonsumsi sarapan pagi. Dan kolesterol ‘buruk’ (LDL) lebih rendah pada saat mereka mengonsumsi sarapan pagi. Selain itu, sarapan pagi membuat respon insulin juga lebih baik, yang berarti risiko untuk menderita diabetes juga menurun.
Walaupun tidak ada perbedaan berat badan bila mengonsumsi sarapan pagi maupun tidak, tapi dengan peningkatan kolesterol dan kadar insulin saat tidak mengonsumsi sarapan pagi membuat mereka berisiko untuk menderita penyakit jantung di kemudian hari.
Sumber: The American Journal of Clinical Nutrition (SPP)
Selasa, 25 Mei 2010
Hindari Diabetes dengan Ubah Gaya Hidup
Faktor keturunan memiliki pengaruh apakah seseorang dapat terkena diabetes atau tidak. Selain keturunan, gaya hidup juga berperan besar. Diabetes tipe 2 sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas. Obesitas atau kegemukan merupakan pemicu terpenting penyebab diabetes.
Obesitas artinya berat badan berlebih minimal sebanyak 20% dari berat badan idaman. Juga berarti indeks masa tubuh lebih dari 25 kg/m2. Lemak yang berlebih akan menyebabkan resistensi terhadap insulin. Ini menjelaskan mengapa diet dan olahraga merupakan metode penatalaksanaan untuk diabetes tipe 2.
Dengan menurunkan berat badan dan meningkatkan massa otot, akan mengurangi jumlah lemak sehingga membantu tubuh memanfaatkan insulin dengan lebih baik. Ternyata ada hubungan antara diabetes tipe 2 dengan letak tumpukan lemak terbanyak. Bila timbunan lemak terbanyak terdapat di perut maka risiko terkena diabetes lebih tinggi.
Para peneliti juga percaya bahwa gen yang membawa sifat obesitas ikut berperan dalam menyebabkan diabetes. Gen yang bernama gen obes ini mengatur berat badan melalui protein pemberi kabar apakah kita lapar atau tidak. Pada percobaan dengan tikus, bila gen ini bermutasi maka tikus akan menjadi obes dan mengalami diabetes tipe 2.
Penelitian menunjukkan bahwa kegemukan berhubungan dengan waktu yang dihabiskan di depan TV dan komputer. Menonton TV akan menyebabkan tidak bergerak juga berpengaruh terhadap pola makan mengemil.Bagaimana cara mengatasi kegemukan untuk menghindari diabetes?
Caranya mudah, murah dan efektif, antara lain:
1. Membiasakan diri untuk hidup sehat
2. Biasakan diri berolahraga secara teratur
3. Hindari menonton TV atau main komputer terlalu lama
4. Jangan mengkonsumsi permen, coklat, atau snack dengan kandungan garam yang tinggi.
5. Hindari makanan siap saji dengan kandungan kadar karbohidrat dan lemak tinggi.
6. Konsumsi sayuran dan buah-buahan. (SPP)
Obesitas artinya berat badan berlebih minimal sebanyak 20% dari berat badan idaman. Juga berarti indeks masa tubuh lebih dari 25 kg/m2. Lemak yang berlebih akan menyebabkan resistensi terhadap insulin. Ini menjelaskan mengapa diet dan olahraga merupakan metode penatalaksanaan untuk diabetes tipe 2.
Dengan menurunkan berat badan dan meningkatkan massa otot, akan mengurangi jumlah lemak sehingga membantu tubuh memanfaatkan insulin dengan lebih baik. Ternyata ada hubungan antara diabetes tipe 2 dengan letak tumpukan lemak terbanyak. Bila timbunan lemak terbanyak terdapat di perut maka risiko terkena diabetes lebih tinggi.
Para peneliti juga percaya bahwa gen yang membawa sifat obesitas ikut berperan dalam menyebabkan diabetes. Gen yang bernama gen obes ini mengatur berat badan melalui protein pemberi kabar apakah kita lapar atau tidak. Pada percobaan dengan tikus, bila gen ini bermutasi maka tikus akan menjadi obes dan mengalami diabetes tipe 2.
Penelitian menunjukkan bahwa kegemukan berhubungan dengan waktu yang dihabiskan di depan TV dan komputer. Menonton TV akan menyebabkan tidak bergerak juga berpengaruh terhadap pola makan mengemil.Bagaimana cara mengatasi kegemukan untuk menghindari diabetes?
Caranya mudah, murah dan efektif, antara lain:
1. Membiasakan diri untuk hidup sehat
2. Biasakan diri berolahraga secara teratur
3. Hindari menonton TV atau main komputer terlalu lama
4. Jangan mengkonsumsi permen, coklat, atau snack dengan kandungan garam yang tinggi.
5. Hindari makanan siap saji dengan kandungan kadar karbohidrat dan lemak tinggi.
6. Konsumsi sayuran dan buah-buahan. (SPP)
Mencegah Bahaya Komplikasi
Pemantauan kadar gula darah merupakan bagian yang penting dari pengobatan diabetes. Adanya glukosa bisa diketahui dari air kemih; tetap pemeriksaan air kemih bukan merupakan cara yang baik untuk memantau pengobatan atau menyesuaikan dosis pengobatan.
Saat ini kadar gula darah dapat diukur sendiri dengan mudah oleh penderita di rumah menggunakan alat pengukur glukosa darah. Penderita diabetes harus mencatat kadar gula darah mereka dan melaporkannya kepada dokter agar dosis insulin atau obat hipoglikemiknya dapat disesuaikan.
Insulin maupun obat hipoglikemik per-oral bisa terlalu banyak menurunkan kadar gula darah sehingga terjadi hipoglikemia. Hipoglikemia (rendahnya kadar gula dalam darah) juga bisa terjadi jika penderita kurang makan atau tidak makan pada waktunya atau melakukan olah raga yang terlalu berat tanpa makan.
Jika kadar gula darah terlalu rendah, organ pertama yang terkena pengaruhnya adalah otak. Untuk melindungi otak, tubuh segera mulai membuat glukosa dari glikogen yang tersimpan di hati.
Proses ini melibatkan pelepasan epinefrin (adrenalin), yang cenderung menyebabkan rasa lapar, kecemasan, meningkatnya kesiagaan dan gemetaran. Berkurangnya kadar glukosa darah ke otak bisa menyebabkan sakit kepala.
Hipoglikemia harus segera diatasi karena dalam beberapa menit bisa menjadi berat, menyebabkan koma dan kadang cedera otak menetap. Jika terdapat tanda hipoglikemia, penderita harus segera makan gula.
Oleh sebab itu, penderita diabetes harus selalu membawa permen, gula atau tablet glukosa untuk menghadapi serangan hipoglikemia. Atau penderita segera minum segelas susu, air gula atau jus buah, sepotong kue, buah-buahan atau makanan manis lainnya.
Penderita diabetes tipe I harus selalu membawa glukagon, yang bisa disuntikkan jika mereka tidak dapat memakan makanan yang mengandung gula.
Gejala-gejala dari kadar gula darah rendah:
* Rasa lapar yang timbul secara tiba-tiba
* Sakit kepala
* Kecemasan yang timbul secara tiba-tiba
* Badan gemetaran
* Berkeringat
* Bingung
* Penurunan kesadaran, koma.
Ketoasidosis diabetikum merupakan suatu keadaan darurat. Tanpa pengobatan yang tepat dan cepat, bisa terjadi koma bahkan kematian. Penderita harus dirawat di unit perawatan intensif. Diberikan sejumlah besar cairan intravena dan elektrolit (natrium, kalium, klorida, fosfat) untuk menggantikan yang hilang melalui air kemih yang berlebihan.
Insulin diberikan melalui intravena sehingga bisa bekerja dengan segera dan dosisnya disesuaikan. Kadar glukosa, keton dan elektrolit darah diukur setiap beberapa jam, sehingga pengobatan yang diberikan bisa disesuaikan.
Contoh darah arteri diambil untuk mengetahui keasamannya. Pengendalian kadar gula darah dan penggantian elektrolit biasanya bisa mengembalikan keseimbangan asam basa, tetapi kadang perlu diberikan pengobatan tambahan untuk mengoreksi keasaman darah.
Pengobatan untuk koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik sama dengan pengobatan untuk ketoasidosis diabetikum yaitu diberikan cairan dan elektrolit pengganti. Kadar gula darah harus dikembalikan secara bertahap untuk mencegah perpindahan cairan ke dalam otak. Kadar gula darah cenderung lebih mudah dikontrol dan keasaman darahnya tidak terlalu berat.
Jika kadar gula darah tidak terkontrol, sebagian besar komplikasi jangka panjang berkembang secara progresif. Retinopati diabetik dapat diobati secara langsung dengan pembedahan laser untuk menyumbat kebocoran pembuluh darah mata sehingga bisa mencegah kerusakan retina yang menetap. Terapi laser dini bisa membantu mencegah atau memperlambat hilangnya penglihatan.
Penelitian terakhir menunjukkan bahwa komplikasi diabetes dapat dicegah, ditunda atau diperlambat dengan mengontrol kadar gula darah. Mengontrol kadar gula darah dapat dilakukan dengan terapi misalnya patuh meminum obat. (SPP)
Saat ini kadar gula darah dapat diukur sendiri dengan mudah oleh penderita di rumah menggunakan alat pengukur glukosa darah. Penderita diabetes harus mencatat kadar gula darah mereka dan melaporkannya kepada dokter agar dosis insulin atau obat hipoglikemiknya dapat disesuaikan.
Insulin maupun obat hipoglikemik per-oral bisa terlalu banyak menurunkan kadar gula darah sehingga terjadi hipoglikemia. Hipoglikemia (rendahnya kadar gula dalam darah) juga bisa terjadi jika penderita kurang makan atau tidak makan pada waktunya atau melakukan olah raga yang terlalu berat tanpa makan.
Jika kadar gula darah terlalu rendah, organ pertama yang terkena pengaruhnya adalah otak. Untuk melindungi otak, tubuh segera mulai membuat glukosa dari glikogen yang tersimpan di hati.
Proses ini melibatkan pelepasan epinefrin (adrenalin), yang cenderung menyebabkan rasa lapar, kecemasan, meningkatnya kesiagaan dan gemetaran. Berkurangnya kadar glukosa darah ke otak bisa menyebabkan sakit kepala.
Hipoglikemia harus segera diatasi karena dalam beberapa menit bisa menjadi berat, menyebabkan koma dan kadang cedera otak menetap. Jika terdapat tanda hipoglikemia, penderita harus segera makan gula.
Oleh sebab itu, penderita diabetes harus selalu membawa permen, gula atau tablet glukosa untuk menghadapi serangan hipoglikemia. Atau penderita segera minum segelas susu, air gula atau jus buah, sepotong kue, buah-buahan atau makanan manis lainnya.
Penderita diabetes tipe I harus selalu membawa glukagon, yang bisa disuntikkan jika mereka tidak dapat memakan makanan yang mengandung gula.
Gejala-gejala dari kadar gula darah rendah:
* Rasa lapar yang timbul secara tiba-tiba
* Sakit kepala
* Kecemasan yang timbul secara tiba-tiba
* Badan gemetaran
* Berkeringat
* Bingung
* Penurunan kesadaran, koma.
Ketoasidosis diabetikum merupakan suatu keadaan darurat. Tanpa pengobatan yang tepat dan cepat, bisa terjadi koma bahkan kematian. Penderita harus dirawat di unit perawatan intensif. Diberikan sejumlah besar cairan intravena dan elektrolit (natrium, kalium, klorida, fosfat) untuk menggantikan yang hilang melalui air kemih yang berlebihan.
Insulin diberikan melalui intravena sehingga bisa bekerja dengan segera dan dosisnya disesuaikan. Kadar glukosa, keton dan elektrolit darah diukur setiap beberapa jam, sehingga pengobatan yang diberikan bisa disesuaikan.
Contoh darah arteri diambil untuk mengetahui keasamannya. Pengendalian kadar gula darah dan penggantian elektrolit biasanya bisa mengembalikan keseimbangan asam basa, tetapi kadang perlu diberikan pengobatan tambahan untuk mengoreksi keasaman darah.
Pengobatan untuk koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik sama dengan pengobatan untuk ketoasidosis diabetikum yaitu diberikan cairan dan elektrolit pengganti. Kadar gula darah harus dikembalikan secara bertahap untuk mencegah perpindahan cairan ke dalam otak. Kadar gula darah cenderung lebih mudah dikontrol dan keasaman darahnya tidak terlalu berat.
Jika kadar gula darah tidak terkontrol, sebagian besar komplikasi jangka panjang berkembang secara progresif. Retinopati diabetik dapat diobati secara langsung dengan pembedahan laser untuk menyumbat kebocoran pembuluh darah mata sehingga bisa mencegah kerusakan retina yang menetap. Terapi laser dini bisa membantu mencegah atau memperlambat hilangnya penglihatan.
Penelitian terakhir menunjukkan bahwa komplikasi diabetes dapat dicegah, ditunda atau diperlambat dengan mengontrol kadar gula darah. Mengontrol kadar gula darah dapat dilakukan dengan terapi misalnya patuh meminum obat. (SPP)
Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Diabetes
MEMILIH makanan yang tepat merupakan salah satu unsur penting dalam mengontrol diabetes. Dengan cara ini, Anda bisa menjaga kadar glukosa darah senormal mungkin. Makanan apa yang paling tepat? Berikut daftar makanan terbaik dan terburuk yang diambil dari Diabetes Food Pyramid.
Berikut daftar penuh kategori dari yang paling dasar dibutuhkan oleh tubuh:
* Roti, biji-bijian, serta sumber zat tepung lainnya
* Sayur-sayuran
* Buah-buahan
* Daging, pengganti daging, dan sumber protein lainnya
* Produk susu
* Lemak, minyak, dan pemanis
Saat berbelanja dan menyiapkan makanan, perbanyak daftar makanan yang berada di dasar piramid dan kurangi setiap kali memilih jenis makanan yang naik ke tangga piramid berikutnya.
Selain itu, tidak semua makanan dari satu kelompok mempunyai kualitas yang sama. Makanan yang satu lebih baik dari yang lainnya. Untuk membantu Anda membuat pilihan yang tepat, berikut daftar yang bisa menjadi panduan Anda.
Roti, biji-bijian, dan makanan sumber tepung lainnya
Selain mengandung vitamin, mineral, dan serat, makanan dalam kategori pertama ini sebagian besar terdiri dari karbohidrat kompleks. Tubuh akan mengubah karbohidrat kompleks menjadi gula sebagai sumber energi.
Meskipun karbohidrat membuat kadar glukosa meningkat, karbohidrat kompleks diserap lebih lambat dibandingkan karbohidrat sederhana dan Anda memerlukan karbohidrat sebagai sumber energi. Gunakan daftar berikut untuk membantu Anda memilih karbohidrat kompleks terbaik:
Pilihan terbaik: tepung whole grain seperti tepung whole wheat, whole grain seperti beras merah, sereal yang mengandung whole grain dan sedikit tambahan gula, roti whole grain, kentang panggang.
Pilihan terburuk: tepung putih, biji olahan seperti beras putih, sereal dengan sedikit kandungan whole grain dan kaya gula, roti putih, kentang goreng.
Sayuran
Sayur-sayuran mengandung karbohidrat, vitamin dan mineral. Sayur umumnya mengandung lebih sedikit karbohidrat dibandingkan buah. Banyak jenis sayuran yang mengandung serat dan rendah lemak serta sodium.
Sayuran yang mengandung zat tepung, seperti kentang dan jagung, tidak termasuk dalam kategori ini. Kedua makanan ini dimasukkan ke dalam kategori roti, biji-bijian dan makanan sumber tepung lainnya. Berikut daftar yang bisa Anda gunakan untuk membuat pilihan terbaik:
Pilihan terbaik: sayuran segar dikonsumsi mentah atau dikukus, sayuran beku (dipanaskan sebentar), ketimun segar, kol atau selada segar yang diparut.
Pilihan terburuk: sayuran kalengan yang kaya tambahan sodium, sayuran yang dimasak dengan banyak tambahan mentega, keju atau saus, acar (hanya jika Anda membatasi asupan sodium, jika tidak termasuk pilihan yang bagus), asinan (sama seperti acar, hanya perlu dibatasi jika Anda menderita hipertensi).
Buah-buahan
Buah-buahan mengandung karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat. Buah secara alami rendah lemak (kecuali alpukat) dan sodium. Buah seringkali mengandung lebih banyak karbohidrat dibandingkan sayuran. Berikut daftar yang bisa membantu Anda membuat pilihan terbaik.
Pilihan terbaik: buah beku, buah segar, jam bebas gula atau rendah gula, saus apel tanpa gula, jus buah 100 persen atau jus yang rendah karbohidrat.
Pilihan terburuk: Buah kalengan yang kaya sirup gula, roti buah kenyal (chewy fruit rolls), jam atau jelly reguler, saus apel yang ditambah pemanis, minuman buah, minuman jus buah, soda berpemanis.
Daging, pengganti daging, dan sumber protein lainnya
Makanan ini kaya protein. Berikut daftar yang bisa menjadi panduan Anda.
Pilihan terbaik: daging panggang atau daging rebus, daging rendah lemak seperti sirloin, keju rendah lemak, daging ayam tanpa kulit, ikan panggang atau kukus, tahu tumis, dikukus, atau dipadukan dengan sup, kacang kedelai panggang atau rebus.
Pilihan terburuk: daging goreng, daging tinggi lemak seperti tulang rusuk, keju reguler, unggas dengan kulit, ikan goreng, tahu goreng, kedelai yang dimasak dengan minyak atau lemak.
Produk susu
Pilihan terbaik: susu skim, yogurt rendah lemak, keju rendah lemak, krim asam tanpa lemak, yogurt beku rendah lemak dan rendah karbohidrat.
Pilihan terbaik:whole milk, yogurt reguler, keju reguler, krim asam reguler, es krim reguler.
Lemak, minyak, dan pemanis
Selain lemak, minyak dan pemanis, Anda juga perlu memperhatikan pilihan kudapan yang kaya ketiga komponen ini.
Pilihan terbaik: kudapan seperti kripik kentang panggang, kripik jagung panggang, minyak sayur, mentega yang tidak dihidrogenasi, margarin, mayones yang telah dikurangi lemak, dressing salad rendah lemak.
Pilihan terburuk: kudapan yang digoreng dalam lemak seperti kripik kentang dan kripik jagung, minyak sayur atau mentega yang dihidrogenasi, mayones reguler, dressing salad reguler
Sumber: mediaindonesia.com (SPP)
Berikut daftar penuh kategori dari yang paling dasar dibutuhkan oleh tubuh:
* Roti, biji-bijian, serta sumber zat tepung lainnya
* Sayur-sayuran
* Buah-buahan
* Daging, pengganti daging, dan sumber protein lainnya
* Produk susu
* Lemak, minyak, dan pemanis
Saat berbelanja dan menyiapkan makanan, perbanyak daftar makanan yang berada di dasar piramid dan kurangi setiap kali memilih jenis makanan yang naik ke tangga piramid berikutnya.
Selain itu, tidak semua makanan dari satu kelompok mempunyai kualitas yang sama. Makanan yang satu lebih baik dari yang lainnya. Untuk membantu Anda membuat pilihan yang tepat, berikut daftar yang bisa menjadi panduan Anda.
Roti, biji-bijian, dan makanan sumber tepung lainnya
Selain mengandung vitamin, mineral, dan serat, makanan dalam kategori pertama ini sebagian besar terdiri dari karbohidrat kompleks. Tubuh akan mengubah karbohidrat kompleks menjadi gula sebagai sumber energi.
Meskipun karbohidrat membuat kadar glukosa meningkat, karbohidrat kompleks diserap lebih lambat dibandingkan karbohidrat sederhana dan Anda memerlukan karbohidrat sebagai sumber energi. Gunakan daftar berikut untuk membantu Anda memilih karbohidrat kompleks terbaik:
Pilihan terbaik: tepung whole grain seperti tepung whole wheat, whole grain seperti beras merah, sereal yang mengandung whole grain dan sedikit tambahan gula, roti whole grain, kentang panggang.
Pilihan terburuk: tepung putih, biji olahan seperti beras putih, sereal dengan sedikit kandungan whole grain dan kaya gula, roti putih, kentang goreng.
Sayuran
Sayur-sayuran mengandung karbohidrat, vitamin dan mineral. Sayur umumnya mengandung lebih sedikit karbohidrat dibandingkan buah. Banyak jenis sayuran yang mengandung serat dan rendah lemak serta sodium.
Sayuran yang mengandung zat tepung, seperti kentang dan jagung, tidak termasuk dalam kategori ini. Kedua makanan ini dimasukkan ke dalam kategori roti, biji-bijian dan makanan sumber tepung lainnya. Berikut daftar yang bisa Anda gunakan untuk membuat pilihan terbaik:
Pilihan terbaik: sayuran segar dikonsumsi mentah atau dikukus, sayuran beku (dipanaskan sebentar), ketimun segar, kol atau selada segar yang diparut.
Pilihan terburuk: sayuran kalengan yang kaya tambahan sodium, sayuran yang dimasak dengan banyak tambahan mentega, keju atau saus, acar (hanya jika Anda membatasi asupan sodium, jika tidak termasuk pilihan yang bagus), asinan (sama seperti acar, hanya perlu dibatasi jika Anda menderita hipertensi).
Buah-buahan
Buah-buahan mengandung karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat. Buah secara alami rendah lemak (kecuali alpukat) dan sodium. Buah seringkali mengandung lebih banyak karbohidrat dibandingkan sayuran. Berikut daftar yang bisa membantu Anda membuat pilihan terbaik.
Pilihan terbaik: buah beku, buah segar, jam bebas gula atau rendah gula, saus apel tanpa gula, jus buah 100 persen atau jus yang rendah karbohidrat.
Pilihan terburuk: Buah kalengan yang kaya sirup gula, roti buah kenyal (chewy fruit rolls), jam atau jelly reguler, saus apel yang ditambah pemanis, minuman buah, minuman jus buah, soda berpemanis.
Daging, pengganti daging, dan sumber protein lainnya
Makanan ini kaya protein. Berikut daftar yang bisa menjadi panduan Anda.
Pilihan terbaik: daging panggang atau daging rebus, daging rendah lemak seperti sirloin, keju rendah lemak, daging ayam tanpa kulit, ikan panggang atau kukus, tahu tumis, dikukus, atau dipadukan dengan sup, kacang kedelai panggang atau rebus.
Pilihan terburuk: daging goreng, daging tinggi lemak seperti tulang rusuk, keju reguler, unggas dengan kulit, ikan goreng, tahu goreng, kedelai yang dimasak dengan minyak atau lemak.
Produk susu
Pilihan terbaik: susu skim, yogurt rendah lemak, keju rendah lemak, krim asam tanpa lemak, yogurt beku rendah lemak dan rendah karbohidrat.
Pilihan terbaik:whole milk, yogurt reguler, keju reguler, krim asam reguler, es krim reguler.
Lemak, minyak, dan pemanis
Selain lemak, minyak dan pemanis, Anda juga perlu memperhatikan pilihan kudapan yang kaya ketiga komponen ini.
Pilihan terbaik: kudapan seperti kripik kentang panggang, kripik jagung panggang, minyak sayur, mentega yang tidak dihidrogenasi, margarin, mayones yang telah dikurangi lemak, dressing salad rendah lemak.
Pilihan terburuk: kudapan yang digoreng dalam lemak seperti kripik kentang dan kripik jagung, minyak sayur atau mentega yang dihidrogenasi, mayones reguler, dressing salad reguler
Sumber: mediaindonesia.com (SPP)
Terapi Untuk Diabetes Mellitus
Tujuan utama dari pengobatan diabetes adalah untuk mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran yang normal. Namun, kadar gula darah yang benar-benar normal sulit untuk dipertahankan.
Meskipun demikian, semakin mendekati kisaran yang normal, maka kemungkinan terjadinya komplikasi sementara maupun jangka panjang menjadi semakin berkurang. Untuk itu diperlukan pemantauan kadar gula darah secara teratur baik dilakukan secara mandiri dengan alat tes kadar gula darah sendiri di rumah atau dilakukan di laboratorium terdekat.
Pengobatan diabetes meliputi pengendalian berat badan, olah raga dan diet. Seseorang yang obesitas dan menderita diabetes tipe 2 tidak akan memerlukan pengobatan jika mereka menurunkan berat badannya dan berolah raga secara teratur.
Namun, sebagian besar penderita merasa kesulitan menurunkan berat badan dan melakukan olah raga yang teratur. Karena itu biasanya diberikan terapi sulih insulin atau obat hipoglikemik (penurun kadar gula darah) per-oral.
Diabetes tipe 1 hanya bisa diobati dengan insulin tetapi tipe 2 dapat diobati dengan obat oral. Jika pengendalian berat badan dan berolahraga tidak berhasil maka dokter kemudian memberikan obat yang dapat diminum (oral = mulut) atau menggunakan insulin.
Berikut ini pembagian terapi farmakologi untuk diabetes, yaitu:
1. Obat Hipoglikemik Oral (OHO)
Golongan sulfonilurea seringkali dapat menurunkan kadar gula darah secara adekuat pada penderita diabetes tipe II, tetapi tidak efektif pada diabetes tipe I. Contohnya adalah glipizid, gliburid, tolbutamid dan klorpropamid. Obat ini menurunkan kadar gula darah dengan cara merangsang pelepasan insulin oleh pankreas dan meningkatkan efektivitasnya.
Obat lainnya, yaitu metformin, tidak mempengaruhi pelepasan insulin tetapi meningkatkan respon tubuh terhadap insulinnya sendiri. Akarbos bekerja dengan cara menunda penyerapan glukosa di dalam usus.
Obat hipoglikemik per-oral biasanya diberikan pada penderita diabetes tipe II jika diet dan oleh raga gagal menurunkan kadar gula darah dengan cukup.
Obat ini kadang bisa diberikan hanya satu kali (pagi hari), meskipun beberapa penderita memerlukan 2-3 kali pemberian.
Jika obat hipoglikemik per-oral tidak dapat mengontrol kadar gula darah dengan baik, mungkin perlu diberikan suntikan insulin.
2. Terapi Sulih Insulin
Suntik insulinPada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat menghasilkan insulin sehingga harus diberikan insulin pengganti. Pemberian insulin hanya dapat dilakukan melalui suntikan, insulin dihancurkan di dalam lambung sehingga tidak dapat diberikan per-oral (ditelan).
Bentuk insulin yang baru (semprot hidung) sedang dalam penelitian. Pada saat ini, bentuk insulin yang baru ini belum dapat bekerja dengan baik karena laju penyerapannya yang berbeda menimbulkan masalah dalam penentuan dosisnya.
Insulin disuntikkan dibawah kulit ke dalam lapisan lemak, biasanya di lengan, paha atau dinding perut. Digunakan jarum yang sangat kecil agar tidak terasa terlalu nyeri.
Insulin terdapat dalam 3 bentuk dasar, masing-masing memiliki kecepatan dan lama kerja yang berbeda:
1. Insulin kerja cepat.
Contohnya adalah insulin reguler, yang bekerja paling cepat dan paling sebentar.
Insulin ini seringkali mulai menurunkan kadar gula dalam waktu 20 menit, mencapai puncaknya dalam waktu 2-4 jam dan bekerja selama 6-8 jam.
Insulin kerja cepat seringkali digunakan oleh penderita yang menjalani beberapa kali suntikan setiap harinya dan disutikkan 15-20 menit sebelum makan.
2. Insulin kerja sedang.
Contohnya adalah insulin suspensi seng atau suspensi insulin isofan.
Mulai bekerja dalam waktu 1-3 jam, mencapai puncak maksimun dalam waktu 6-10 jam dan bekerja selama 18-26 jam.
Insulin ini bisa disuntikkan pada pagi hari untuk memenuhi kebutuhan selama sehari dan dapat disuntikkan pada malam hari untuk memenuhi kebutuhan sepanjang malam.
3. Insulin kerja lambat.
Contohnya adalah insulin suspensi seng yang telah dikembangkan.
Efeknya baru timbul setelah 6 jam dan bekerja selama 28-36 jam.
Sediaan insulin stabil dalam suhu ruangan selama berbulan-bulan sehingga bisa dibawa kemana-mana.
Pemilihan insulin yang akan digunakan tergantung kepada:
* Keinginan penderita untuk mengontrol diabetesnya
* Keinginan penderita untuk memantau kadar gula darah dan menyesuaikan dosisnya
* Aktivitas harian penderita
* Kecekatan penderita dalam mempelajari dan memahami penyakitnya
* Kestabilan kadar gula darah sepanjang hari dan dari hari ke hari
Sediaan yang paling mudah digunakan adalah suntikan sehari sekali dari insulin kerja sedang. Tetapi sediaan ini memberikan kontrol gula darah yang paling minimal.
Kontrol yang lebih ketat bisa diperoleh dengan menggabungkan 2 jenis insulin, yaitu insulin kerja cepat dan insulin kerja sedang. Suntikan kedua diberikan pada saat makan malam atau ketika hendak tidur malam.
Kontrol yang paling ketat diperoleh dengan menyuntikkan insulin kerja cepat dan insulin kerja sedang pada pagi dan malam hari disertai suntikan insulin kerja cepat tambahan pada siang hari.
Beberapa penderita usia lanjut memerlukan sejumlah insulin yang sama setiap harinya; penderita lainnya perlu menyesuaikan dosis insulinnya tergantung kepada makanan, olah raga dan pola kadar gula darahnya. Kebutuhan akan insulin bervariasi sesuai dengan perubahan dalam makanan dan olah raga.
Beberapa penderita mengalami resistensi terhadap insulin. Insulin tidak sepenuhnya sama dengan insulin yang dihasilkan oleh tubuh, karena itu tubuh bisa membentuk antibodi terhadap insulin pengganti. Antibodi ini mempengaruhi aktivitas insulin sehingga penderita dengan resistansi terhadap insulin harus meningkatkan dosisnya.
Penyuntikan insulin dapat mempengaruhi kulit dan jaringan dibawahnya pada tempat suntikan. Kadang terjadi reaksi alergi yang menyebabkan nyeri dan rasa terbakar, diikuti kemerahan, gatal dan pembengkakan di sekitar tempat penyuntikan selama beberapa jam.
Suntikan sering menyebabkan terbentuknya endapan lemak (sehingga kulit tampak berbenjol-benjol) atau merusak lemak (sehingga kulit berlekuk-lekuk). Komplikasi tersebut bisa dicegah dengan cara mengganti tempat penyuntikan dan mengganti jenis insulin. Pada pemakaian insulin manusia sintetis jarang terjadi resistensi dan alergi.
Pengaturan diet sangat penting. Biasanya penderita tidak boleh terlalu banyak makan makanan manis dan harus makan dalam jadwal yang teratur. Penderita diabetes cenderung memiliki kadar kolesterol yang tinggi, karena itu dianjurkan untuk membatasi jumlah lemak jenuh dalam makanannya. Tetapi cara terbaik untuk menurunkan kadar kolesterol adalah mengontrol kadar gula darah dan berat badan.
Semua penderita hendaknya memahami bagaimana menjalani diet dan olah raga untuk mengontrol penyakitnya. Mereka harus memahami bagaimana cara menghindari terjadinya komplikasi.
Penderita juga harus memberikan perhatian khusus terhadap infeksi kaki sehingga kukunya harus dipotong secara teratur. Penting untuk memeriksakan matanya supaya bisa diketahui perubahan yang terjadi pada pembuluh darah di mata. (SPP)
Meskipun demikian, semakin mendekati kisaran yang normal, maka kemungkinan terjadinya komplikasi sementara maupun jangka panjang menjadi semakin berkurang. Untuk itu diperlukan pemantauan kadar gula darah secara teratur baik dilakukan secara mandiri dengan alat tes kadar gula darah sendiri di rumah atau dilakukan di laboratorium terdekat.
Pengobatan diabetes meliputi pengendalian berat badan, olah raga dan diet. Seseorang yang obesitas dan menderita diabetes tipe 2 tidak akan memerlukan pengobatan jika mereka menurunkan berat badannya dan berolah raga secara teratur.
Namun, sebagian besar penderita merasa kesulitan menurunkan berat badan dan melakukan olah raga yang teratur. Karena itu biasanya diberikan terapi sulih insulin atau obat hipoglikemik (penurun kadar gula darah) per-oral.
Diabetes tipe 1 hanya bisa diobati dengan insulin tetapi tipe 2 dapat diobati dengan obat oral. Jika pengendalian berat badan dan berolahraga tidak berhasil maka dokter kemudian memberikan obat yang dapat diminum (oral = mulut) atau menggunakan insulin.
Berikut ini pembagian terapi farmakologi untuk diabetes, yaitu:
1. Obat Hipoglikemik Oral (OHO)
Golongan sulfonilurea seringkali dapat menurunkan kadar gula darah secara adekuat pada penderita diabetes tipe II, tetapi tidak efektif pada diabetes tipe I. Contohnya adalah glipizid, gliburid, tolbutamid dan klorpropamid. Obat ini menurunkan kadar gula darah dengan cara merangsang pelepasan insulin oleh pankreas dan meningkatkan efektivitasnya.
Obat lainnya, yaitu metformin, tidak mempengaruhi pelepasan insulin tetapi meningkatkan respon tubuh terhadap insulinnya sendiri. Akarbos bekerja dengan cara menunda penyerapan glukosa di dalam usus.
Obat hipoglikemik per-oral biasanya diberikan pada penderita diabetes tipe II jika diet dan oleh raga gagal menurunkan kadar gula darah dengan cukup.
Obat ini kadang bisa diberikan hanya satu kali (pagi hari), meskipun beberapa penderita memerlukan 2-3 kali pemberian.
Jika obat hipoglikemik per-oral tidak dapat mengontrol kadar gula darah dengan baik, mungkin perlu diberikan suntikan insulin.
2. Terapi Sulih Insulin
Suntik insulinPada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat menghasilkan insulin sehingga harus diberikan insulin pengganti. Pemberian insulin hanya dapat dilakukan melalui suntikan, insulin dihancurkan di dalam lambung sehingga tidak dapat diberikan per-oral (ditelan).
Bentuk insulin yang baru (semprot hidung) sedang dalam penelitian. Pada saat ini, bentuk insulin yang baru ini belum dapat bekerja dengan baik karena laju penyerapannya yang berbeda menimbulkan masalah dalam penentuan dosisnya.
Insulin disuntikkan dibawah kulit ke dalam lapisan lemak, biasanya di lengan, paha atau dinding perut. Digunakan jarum yang sangat kecil agar tidak terasa terlalu nyeri.
Insulin terdapat dalam 3 bentuk dasar, masing-masing memiliki kecepatan dan lama kerja yang berbeda:
1. Insulin kerja cepat.
Contohnya adalah insulin reguler, yang bekerja paling cepat dan paling sebentar.
Insulin ini seringkali mulai menurunkan kadar gula dalam waktu 20 menit, mencapai puncaknya dalam waktu 2-4 jam dan bekerja selama 6-8 jam.
Insulin kerja cepat seringkali digunakan oleh penderita yang menjalani beberapa kali suntikan setiap harinya dan disutikkan 15-20 menit sebelum makan.
2. Insulin kerja sedang.
Contohnya adalah insulin suspensi seng atau suspensi insulin isofan.
Mulai bekerja dalam waktu 1-3 jam, mencapai puncak maksimun dalam waktu 6-10 jam dan bekerja selama 18-26 jam.
Insulin ini bisa disuntikkan pada pagi hari untuk memenuhi kebutuhan selama sehari dan dapat disuntikkan pada malam hari untuk memenuhi kebutuhan sepanjang malam.
3. Insulin kerja lambat.
Contohnya adalah insulin suspensi seng yang telah dikembangkan.
Efeknya baru timbul setelah 6 jam dan bekerja selama 28-36 jam.
Sediaan insulin stabil dalam suhu ruangan selama berbulan-bulan sehingga bisa dibawa kemana-mana.
Pemilihan insulin yang akan digunakan tergantung kepada:
* Keinginan penderita untuk mengontrol diabetesnya
* Keinginan penderita untuk memantau kadar gula darah dan menyesuaikan dosisnya
* Aktivitas harian penderita
* Kecekatan penderita dalam mempelajari dan memahami penyakitnya
* Kestabilan kadar gula darah sepanjang hari dan dari hari ke hari
Sediaan yang paling mudah digunakan adalah suntikan sehari sekali dari insulin kerja sedang. Tetapi sediaan ini memberikan kontrol gula darah yang paling minimal.
Kontrol yang lebih ketat bisa diperoleh dengan menggabungkan 2 jenis insulin, yaitu insulin kerja cepat dan insulin kerja sedang. Suntikan kedua diberikan pada saat makan malam atau ketika hendak tidur malam.
Kontrol yang paling ketat diperoleh dengan menyuntikkan insulin kerja cepat dan insulin kerja sedang pada pagi dan malam hari disertai suntikan insulin kerja cepat tambahan pada siang hari.
Beberapa penderita usia lanjut memerlukan sejumlah insulin yang sama setiap harinya; penderita lainnya perlu menyesuaikan dosis insulinnya tergantung kepada makanan, olah raga dan pola kadar gula darahnya. Kebutuhan akan insulin bervariasi sesuai dengan perubahan dalam makanan dan olah raga.
Beberapa penderita mengalami resistensi terhadap insulin. Insulin tidak sepenuhnya sama dengan insulin yang dihasilkan oleh tubuh, karena itu tubuh bisa membentuk antibodi terhadap insulin pengganti. Antibodi ini mempengaruhi aktivitas insulin sehingga penderita dengan resistansi terhadap insulin harus meningkatkan dosisnya.
Penyuntikan insulin dapat mempengaruhi kulit dan jaringan dibawahnya pada tempat suntikan. Kadang terjadi reaksi alergi yang menyebabkan nyeri dan rasa terbakar, diikuti kemerahan, gatal dan pembengkakan di sekitar tempat penyuntikan selama beberapa jam.
Suntikan sering menyebabkan terbentuknya endapan lemak (sehingga kulit tampak berbenjol-benjol) atau merusak lemak (sehingga kulit berlekuk-lekuk). Komplikasi tersebut bisa dicegah dengan cara mengganti tempat penyuntikan dan mengganti jenis insulin. Pada pemakaian insulin manusia sintetis jarang terjadi resistensi dan alergi.
Pengaturan diet sangat penting. Biasanya penderita tidak boleh terlalu banyak makan makanan manis dan harus makan dalam jadwal yang teratur. Penderita diabetes cenderung memiliki kadar kolesterol yang tinggi, karena itu dianjurkan untuk membatasi jumlah lemak jenuh dalam makanannya. Tetapi cara terbaik untuk menurunkan kadar kolesterol adalah mengontrol kadar gula darah dan berat badan.
Semua penderita hendaknya memahami bagaimana menjalani diet dan olah raga untuk mengontrol penyakitnya. Mereka harus memahami bagaimana cara menghindari terjadinya komplikasi.
Penderita juga harus memberikan perhatian khusus terhadap infeksi kaki sehingga kukunya harus dipotong secara teratur. Penting untuk memeriksakan matanya supaya bisa diketahui perubahan yang terjadi pada pembuluh darah di mata. (SPP)
Sembilan Makanan Sehat untuk Diabetes
SAAT berusaha mengontrol kadar gula darah, Anda mungkin cenderung fokus pada makanan yang perlu dihindari. Anda sibuk membatasi asupan nasi putih, gorengan dan makanan olahan yang berlemak. Padahal, memperhatikan makanan yang sebaiknya dikonsumsi juga sama pentingnya.
Makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi? Pakar nutrisi dan diabetes menganjurkan Anda mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi sehat, seperti serat, omega-3, kalsium, dan vitamin D. Berikut beberapa makanan sehat untuk pengidap diabetes:
Kacang polong
Kacang polong tinggi serat. Serat merupakan komponen tumbuhan yang membuat Anda kenyang, menstabilkan kadar gula darah, dan bahkan menurunkan kolesterol. Setengah cangkir kacang hitam mengandung sekitar tujuh gram serat. Selain itu, kacang polong juga mengandung kalsium, mineral yang terbukti membantu membakar lemak tubuh. Setengah cangkir mengandung sekitar 100 gram kalsium, sekitar 10 persen dari asupan harian. Di samping itu, kacang polong juga merupakan sumber makanan yang kaya protein.
Berbeda dengan sumber protein hewan (daging), kacang polong rendah lemak jenuh, lemak yang menyumbat arteri dan memicu penyakit jantung.
Susu
Produk susu, seperti susu, keju dan yogurt, kaya kalsium dan vitamin D. Sebuah studi, seperti dikutip situs perevention.com, menemukan, perempuan yang mengonsumsi lebih dari 1.200 mg kalsium atau lebihdari 800 internasional unit (IU) vitamin D sehari berisiko 33 persen lebih rendah menderita diabetes dibandingkan mereka yang mengonsumsi kedua nutrisi ini dalam jumlah kurang. Tapi, pastikan memilih produk susu yang rendah atau bebas lemak.
Salmon
Salmon kaya asam lemak omega-3. Tiga ons salmon menyediakan sekitar 1.800 mg omega-3. Jenis lemak sehat ini berfungsi mengurangi risiko penyakit jantung, menurunkan berat badan, mengurangi peradangan, serta memperbaiki resistensi insulin. Selain itu, ikan ini juga mengandung vitamin D.
Tuna
Tuna merupakan jenis ikan sehat yang juga kaya asam lemak omega-3. Tiga ons tuna menyumbangkan 1.300 mg omega-3 dan sejumlah vitamin D.
Oats
Oats juga kaya serat, setengah cangkir oat instan menyumbangkan empat gram serat. Penelitian menunjukkan bahwa pencinta oat bisa menrunkan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat LDL serta memperbaiki resistensi insulin. Kandungan serat dalam oat memperlambat proses pemecahan dan penyerapan karbohidrat. Karena itu, kadar gula darah Anda akan tetap stabil.
Biji rami
Biji rami kaya akan serat dan alpha-linolenic acid (ALA), yang akan diubah tubuh menjadi omega-3 EPA dan DHA. Beberapa studi besar telah menemukan hubungan antara peningkatan asupan ALA dan penurunan kejadian penyakit jantung, serangan jantung, serta gangguan kardiovaskular lainnya. Biji berukuran kecil ini juga dinyatakan bisa menurunkan kadar kolesterol dan gula darah.
Kenari
Satu ons kacang sehat ini (sekitar tujuh biji) mengandung dua gram serat dan dua koma enam gram ALA. Tapi, jumlah tersebut juga menyumbangkan 185 kalori. Jadi, perhatikan jumlah asupan jika Anda sedang mempertahankan berat badan.
Selai kacang
Beberapa studi telah menyatakan bahwa selai kacang bisa mengurangi risiko diabetes. Kandungan serat di dalamnya (dua sendok makan mengandung dua gram serat) turut berperan dalam penurunan risiko ini. Selain itu, selai kacang juga mengandung lemak tunggal tidak jenuh yang baik untuk jantung. Tapi, makanan ini juga kaya kalori. Karena itu, perhatikan takaran asupan Anda.
Cokelat hitam (dark chocolate)
Cokelat ini kaya antioksidan flavonoid, yang berfungsi memperbaiki kadar kolesterol baik dan jahat serta mengurangi tekanan darah.
Sumber : mediaindonesia.com (SPP)
Makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi? Pakar nutrisi dan diabetes menganjurkan Anda mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi sehat, seperti serat, omega-3, kalsium, dan vitamin D. Berikut beberapa makanan sehat untuk pengidap diabetes:
Kacang polong
Kacang polong tinggi serat. Serat merupakan komponen tumbuhan yang membuat Anda kenyang, menstabilkan kadar gula darah, dan bahkan menurunkan kolesterol. Setengah cangkir kacang hitam mengandung sekitar tujuh gram serat. Selain itu, kacang polong juga mengandung kalsium, mineral yang terbukti membantu membakar lemak tubuh. Setengah cangkir mengandung sekitar 100 gram kalsium, sekitar 10 persen dari asupan harian. Di samping itu, kacang polong juga merupakan sumber makanan yang kaya protein.
Berbeda dengan sumber protein hewan (daging), kacang polong rendah lemak jenuh, lemak yang menyumbat arteri dan memicu penyakit jantung.
Susu
Produk susu, seperti susu, keju dan yogurt, kaya kalsium dan vitamin D. Sebuah studi, seperti dikutip situs perevention.com, menemukan, perempuan yang mengonsumsi lebih dari 1.200 mg kalsium atau lebihdari 800 internasional unit (IU) vitamin D sehari berisiko 33 persen lebih rendah menderita diabetes dibandingkan mereka yang mengonsumsi kedua nutrisi ini dalam jumlah kurang. Tapi, pastikan memilih produk susu yang rendah atau bebas lemak.
Salmon
Salmon kaya asam lemak omega-3. Tiga ons salmon menyediakan sekitar 1.800 mg omega-3. Jenis lemak sehat ini berfungsi mengurangi risiko penyakit jantung, menurunkan berat badan, mengurangi peradangan, serta memperbaiki resistensi insulin. Selain itu, ikan ini juga mengandung vitamin D.
Tuna
Tuna merupakan jenis ikan sehat yang juga kaya asam lemak omega-3. Tiga ons tuna menyumbangkan 1.300 mg omega-3 dan sejumlah vitamin D.
Oats
Oats juga kaya serat, setengah cangkir oat instan menyumbangkan empat gram serat. Penelitian menunjukkan bahwa pencinta oat bisa menrunkan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat LDL serta memperbaiki resistensi insulin. Kandungan serat dalam oat memperlambat proses pemecahan dan penyerapan karbohidrat. Karena itu, kadar gula darah Anda akan tetap stabil.
Biji rami
Biji rami kaya akan serat dan alpha-linolenic acid (ALA), yang akan diubah tubuh menjadi omega-3 EPA dan DHA. Beberapa studi besar telah menemukan hubungan antara peningkatan asupan ALA dan penurunan kejadian penyakit jantung, serangan jantung, serta gangguan kardiovaskular lainnya. Biji berukuran kecil ini juga dinyatakan bisa menurunkan kadar kolesterol dan gula darah.
Kenari
Satu ons kacang sehat ini (sekitar tujuh biji) mengandung dua gram serat dan dua koma enam gram ALA. Tapi, jumlah tersebut juga menyumbangkan 185 kalori. Jadi, perhatikan jumlah asupan jika Anda sedang mempertahankan berat badan.
Selai kacang
Beberapa studi telah menyatakan bahwa selai kacang bisa mengurangi risiko diabetes. Kandungan serat di dalamnya (dua sendok makan mengandung dua gram serat) turut berperan dalam penurunan risiko ini. Selain itu, selai kacang juga mengandung lemak tunggal tidak jenuh yang baik untuk jantung. Tapi, makanan ini juga kaya kalori. Karena itu, perhatikan takaran asupan Anda.
Cokelat hitam (dark chocolate)
Cokelat ini kaya antioksidan flavonoid, yang berfungsi memperbaiki kadar kolesterol baik dan jahat serta mengurangi tekanan darah.
Sumber : mediaindonesia.com (SPP)
Komplikasi Diabetes bisa Mematikan
Diabetes merupakan penyakit yang memiliki komplikasi (menyebabkan terjadinya penyakit lain) yang paling banyak. Hal ini berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi terus menerus, sehingga berakibat rusaknya pembuluh darah, saraf dan struktur internal lainnya.
Zat kompleks yang terdiri dari gula di dalam dinding pembuluh darah menyebabkan pembuluh darah menebal dan mengalami kebocoran. Akibat penebalan ini maka aliran darah akan berkurang, terutama yang menuju ke kulit dan saraf.
Kadar gula darah yang tidak terkontrol juga cenderung menyebabkan kadar zat berlemak dalam darah meningkat, sehingga mempercepat terjadinya aterosklerosis (penimbunan plak lemak di dalam pembuluh darah). Aterosklerosis ini 2-6 kali lebih sering terjadi pada penderita diabetes.
Sirkulasi darah yang buruk ini melalui pembuluh darah besar (makro) bisa melukai otak, jantung, dan pembuluh darah kaki (makroangiopati), sedangkan pembuluh darah kecil (mikro) bisa melukai mata, ginjal, saraf dan kulit serta memperlambat penyembuhan luka.
Penderita diabetes bisa mengalami berbagai komplikasi jangka panjang jika diabetesnya tidak dikelola dengan baik. Komplikasi yang lebih sering terjadi dan mematikan adalah serangan jantung dan stroke.
Kerusakan pada pembuluh darah mata bisa menyebabkan gangguan penglihatan akibat kerusakan pada retina mata (retinopati diabetikum). Kelainan fungsi ginjal bisa menyebabkan gagal ginjal sehingga penderita harus menjalani cuci darah (dialisa).
Gangguan pada saraf dapat bermanifestasi dalam beberapa bentuk. Jika satu saraf mengalami kelainan fungsi (mononeuropati), maka sebuah lengan atau tungkai biasa secara tiba-tiba menjadi lemah.
Jika saraf yang menuju ke tangan, tungkai dan kaki mengalami kerusakan (polineuropati diabetikum), maka pada lengan dan tungkai bisa dirasakan kesemutan atau nyeri seperti terbakar dan kelemahan.
Kerusakan pada saraf menyebabkan kulit lebih sering mengalami cedera karena penderita tidak dapat meradakan perubahan tekanan maupun suhu. Berkurangnya aliran darah ke kulit juga bisa menyebabkan ulkus (borok) dan semua penyembuhan luka berjalan lambat. Ulkus di kaki bisa sangat dalam dan mengalami infeksi serta masa penyembuhannya lama sehingga sebagian tungkai harus diamputasi. (SPP)
Zat kompleks yang terdiri dari gula di dalam dinding pembuluh darah menyebabkan pembuluh darah menebal dan mengalami kebocoran. Akibat penebalan ini maka aliran darah akan berkurang, terutama yang menuju ke kulit dan saraf.
Kadar gula darah yang tidak terkontrol juga cenderung menyebabkan kadar zat berlemak dalam darah meningkat, sehingga mempercepat terjadinya aterosklerosis (penimbunan plak lemak di dalam pembuluh darah). Aterosklerosis ini 2-6 kali lebih sering terjadi pada penderita diabetes.
Sirkulasi darah yang buruk ini melalui pembuluh darah besar (makro) bisa melukai otak, jantung, dan pembuluh darah kaki (makroangiopati), sedangkan pembuluh darah kecil (mikro) bisa melukai mata, ginjal, saraf dan kulit serta memperlambat penyembuhan luka.
Penderita diabetes bisa mengalami berbagai komplikasi jangka panjang jika diabetesnya tidak dikelola dengan baik. Komplikasi yang lebih sering terjadi dan mematikan adalah serangan jantung dan stroke.
Kerusakan pada pembuluh darah mata bisa menyebabkan gangguan penglihatan akibat kerusakan pada retina mata (retinopati diabetikum). Kelainan fungsi ginjal bisa menyebabkan gagal ginjal sehingga penderita harus menjalani cuci darah (dialisa).
Gangguan pada saraf dapat bermanifestasi dalam beberapa bentuk. Jika satu saraf mengalami kelainan fungsi (mononeuropati), maka sebuah lengan atau tungkai biasa secara tiba-tiba menjadi lemah.
Jika saraf yang menuju ke tangan, tungkai dan kaki mengalami kerusakan (polineuropati diabetikum), maka pada lengan dan tungkai bisa dirasakan kesemutan atau nyeri seperti terbakar dan kelemahan.
Kerusakan pada saraf menyebabkan kulit lebih sering mengalami cedera karena penderita tidak dapat meradakan perubahan tekanan maupun suhu. Berkurangnya aliran darah ke kulit juga bisa menyebabkan ulkus (borok) dan semua penyembuhan luka berjalan lambat. Ulkus di kaki bisa sangat dalam dan mengalami infeksi serta masa penyembuhannya lama sehingga sebagian tungkai harus diamputasi. (SPP)
Nutrisi Super untuk Penderita Diabetes
PENGIDAP diabetes seringkali harus membatasi jenis makanannya karena takut kadar gula darahnya meningkat. Sekarang Anda tidak perlu terlalu membatasi makanan. Yang perlu Anda lakukan adalah cerdas dalam memilih makanan.
Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, nutrisi tertentu pada makanan efektif menyeimbangkan gula darah serta mendorong penurunan berat badan.
“Jika Anda mengkonsumsi semuanya, mereka akan berfungsi lebih efektif,” terang Francine R. Kaufman, MD, penasehat medis buku The Diabetes DTOUR Diet sekaligus kepala the Center for Endocrinology, Diabetes & Metabolism di RS Anakl Los
Angeles.
“Hal ini sangat penting karena kelebihan lemak, khususnya di sekitar perut, akan menyebabkan peradangan di dalam sel, membuat mereka bahkan lebih resisiten terhadap insulin sehingga meningkatkan gula darah,” tambahnya.
Keempat makanan berikut, empat makanan pembasmi lemak, secara bersama-sama bisa menjaga Anda tetap di bawah kontrol.
Kalsium
“Para pakar tidak yakin bagaimana kalsium membakar lemak,” terang Barbara Quinn, RD, penulis The Diabetes DTOUR Diet. Akan tetapi, lanjut dia, kami tahu kalau kalsium benar-benar efektif.
Para peneliti dari University of Tennessee menemukan, mereka yang melakukan diet kalori rendah dengan 3 takar produk susu kalsium tinggi per hari, mengalami penurunan berat badan hingga 70% dan lemak tubuh hingga 64% lebih banyak dibandingkan mereka yang hanya mengkonsumsi 1 takar per hari.
Makanan sumber kalsium: susu bebas lemak dan produk susu rendah lemak, bayam, sayuran kol, brokoli dan kedelai putih.
Vitamin D
Sebuah studi dari Tufts-New England Medical Center menunjukkan, kurang vitamin D meningkatkan risiko alami diabetes jenis 2 hingga 46%.
“Para peneliti percaya, vitamin D berperan melawan peradangan yang bisa mengakibatkan diabetes,” jelas Quinn Plus. Tubuh Anda memerlukan vitamin D untuk menyerap kalsium. Kedua zat ini secara bersama-sama akan membantu melawan diabetes.
Berdasarkan Nurses’ Health Study, sebuah studi yang dilakukan secara berkelanjutan dengan meneliti lebih dari 83000 perempuan, mereka yang mengkonsumsi lebih dari 1200 mg kalsium dan lebih dari 800 internasional unit (IU) vitamin D per hari mempunyai risiko 33% lebih kecil mengalami diabetes dibandingkan dengan mereka yang menggunakan dengan dosis lebih sedikit dari itu. Berdasarkan DTOUR Diet, Anda disarankan untuk mengkonsumsi 400 IU vitamin D per hari.
Makanan sumber vitamin D: salmon, mackerel, sarden, tuna, sereal, susu bebas lemak, serta keju.
Omega-3
Sebuah studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan, perempuan yang makan diet seimbang termasuk omega-3 kehilangan 0.75 kg lemak tubuh dibandingkan dengan perempuan dengan diet yang sama persis tetapi tanpa omega-3.
Lemak sehat ini memperlambat proses pencernaan makanan. Akibatnya, Anda akan merasa kenyang lebih lama. Dengan begitu, jumlah konsumsi kalori harian Anda akan lebih sedikit. Selain itu, omega-3 juga mengurangi peradangan, faktor risiko utama penyebab diabetes dan juga memperbaiki resistensi insulin.
Makanan sumber omega-3: tahu, telur, udang, salmon, tuna, kenari, rami, dan minyak rami.
Serat
Makanan yang kaya serat merupakan makanan yang kaya nutrisi dan rendah kalori. Karena itu, makanan ini sangat efektif menurunkan berat badan. Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan di University of Minnesota, orang-orang dengan diet tinggi
serat mengalami penurunan berat badan 1-1 1/2 kg lebih banyak per bulan dibandingkan mereka yang mengikuti diet rendah serat. Hal ini, karena serat memicu hormon yang mengatur selera yang sekaligus juga akan menurunkan berat badan.
Selain itu, serat yang larut maupun yang tidak larut dalam air akan membantu mengontrol gula darah. Serat yang larut akan pecah dalam air dan membentuk gumpalan gel yang tebal selama proses pencernaan. Hal ini akan mengganggu dan memperlambat penyerapan karbohidrat dan glukosa di usus halus.
Sedangkan serat yang tidak larut tidak akan pecah di dalam air. Serat ini akan tetap solid dan bergerak cepat melalui saluran pencernaan. Akibatnya, usus halus akan kekurangan waktu untuk menyerap karbohidrat, sehingga gula darah tetap seimbang.
Setelah selesai mengikuti perkembangan 4316 laki-laki dan perempuan selama 10 tahun, mereka menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi serat sereal paling tinggi memiliki kemungkinan 61% lebih sedikit mengalami diabetes jenis 2.
Makanan sumber serat: roti dan sereal dari beras atau gandum murni, nasi merah, jelai, oat, apel, buah pir, buah sitrus, wortel dan kedelai.
Sumber : mediaindonesia.com (SPP)
Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, nutrisi tertentu pada makanan efektif menyeimbangkan gula darah serta mendorong penurunan berat badan.
“Jika Anda mengkonsumsi semuanya, mereka akan berfungsi lebih efektif,” terang Francine R. Kaufman, MD, penasehat medis buku The Diabetes DTOUR Diet sekaligus kepala the Center for Endocrinology, Diabetes & Metabolism di RS Anakl Los
Angeles.
“Hal ini sangat penting karena kelebihan lemak, khususnya di sekitar perut, akan menyebabkan peradangan di dalam sel, membuat mereka bahkan lebih resisiten terhadap insulin sehingga meningkatkan gula darah,” tambahnya.
Keempat makanan berikut, empat makanan pembasmi lemak, secara bersama-sama bisa menjaga Anda tetap di bawah kontrol.
Kalsium
“Para pakar tidak yakin bagaimana kalsium membakar lemak,” terang Barbara Quinn, RD, penulis The Diabetes DTOUR Diet. Akan tetapi, lanjut dia, kami tahu kalau kalsium benar-benar efektif.
Para peneliti dari University of Tennessee menemukan, mereka yang melakukan diet kalori rendah dengan 3 takar produk susu kalsium tinggi per hari, mengalami penurunan berat badan hingga 70% dan lemak tubuh hingga 64% lebih banyak dibandingkan mereka yang hanya mengkonsumsi 1 takar per hari.
Makanan sumber kalsium: susu bebas lemak dan produk susu rendah lemak, bayam, sayuran kol, brokoli dan kedelai putih.
Vitamin D
Sebuah studi dari Tufts-New England Medical Center menunjukkan, kurang vitamin D meningkatkan risiko alami diabetes jenis 2 hingga 46%.
“Para peneliti percaya, vitamin D berperan melawan peradangan yang bisa mengakibatkan diabetes,” jelas Quinn Plus. Tubuh Anda memerlukan vitamin D untuk menyerap kalsium. Kedua zat ini secara bersama-sama akan membantu melawan diabetes.
Berdasarkan Nurses’ Health Study, sebuah studi yang dilakukan secara berkelanjutan dengan meneliti lebih dari 83000 perempuan, mereka yang mengkonsumsi lebih dari 1200 mg kalsium dan lebih dari 800 internasional unit (IU) vitamin D per hari mempunyai risiko 33% lebih kecil mengalami diabetes dibandingkan dengan mereka yang menggunakan dengan dosis lebih sedikit dari itu. Berdasarkan DTOUR Diet, Anda disarankan untuk mengkonsumsi 400 IU vitamin D per hari.
Makanan sumber vitamin D: salmon, mackerel, sarden, tuna, sereal, susu bebas lemak, serta keju.
Omega-3
Sebuah studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan, perempuan yang makan diet seimbang termasuk omega-3 kehilangan 0.75 kg lemak tubuh dibandingkan dengan perempuan dengan diet yang sama persis tetapi tanpa omega-3.
Lemak sehat ini memperlambat proses pencernaan makanan. Akibatnya, Anda akan merasa kenyang lebih lama. Dengan begitu, jumlah konsumsi kalori harian Anda akan lebih sedikit. Selain itu, omega-3 juga mengurangi peradangan, faktor risiko utama penyebab diabetes dan juga memperbaiki resistensi insulin.
Makanan sumber omega-3: tahu, telur, udang, salmon, tuna, kenari, rami, dan minyak rami.
Serat
Makanan yang kaya serat merupakan makanan yang kaya nutrisi dan rendah kalori. Karena itu, makanan ini sangat efektif menurunkan berat badan. Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan di University of Minnesota, orang-orang dengan diet tinggi
serat mengalami penurunan berat badan 1-1 1/2 kg lebih banyak per bulan dibandingkan mereka yang mengikuti diet rendah serat. Hal ini, karena serat memicu hormon yang mengatur selera yang sekaligus juga akan menurunkan berat badan.
Selain itu, serat yang larut maupun yang tidak larut dalam air akan membantu mengontrol gula darah. Serat yang larut akan pecah dalam air dan membentuk gumpalan gel yang tebal selama proses pencernaan. Hal ini akan mengganggu dan memperlambat penyerapan karbohidrat dan glukosa di usus halus.
Sedangkan serat yang tidak larut tidak akan pecah di dalam air. Serat ini akan tetap solid dan bergerak cepat melalui saluran pencernaan. Akibatnya, usus halus akan kekurangan waktu untuk menyerap karbohidrat, sehingga gula darah tetap seimbang.
Setelah selesai mengikuti perkembangan 4316 laki-laki dan perempuan selama 10 tahun, mereka menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi serat sereal paling tinggi memiliki kemungkinan 61% lebih sedikit mengalami diabetes jenis 2.
Makanan sumber serat: roti dan sereal dari beras atau gandum murni, nasi merah, jelai, oat, apel, buah pir, buah sitrus, wortel dan kedelai.
Sumber : mediaindonesia.com (SPP)
Mendiagnosis Diabetes Melitus
Diagnosis diabetes ditegakkan berdasarkan gejalanya yaitu 3P (polidipsi, polifagi, poliuri) dan hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan kadar gula darah yang tinggi (tidak normal). Untuk mengukur kadar gula darah, contoh darah biasanya diambil setelah penderita berpuasa selama 8 jam atau bisa juga diambil setelah makan.
Perlu perhatian khusus bagi penderita yang berusia di atas 65 tahun. Sebaiknya pemeriksaan dilakukan setelah berpuasa dan jangan setelah makan karena usia lanjut memiliki peningkatan gula darah yang lebih tinggi.
Kriteria Diagnostik Gula darah (mg/dL)
Bukan Diabetes Pra Diabetes Diabetes
Puasa < 110 110-125 > 126
Sewaktu < 110 110-199 > 200
Pemeriksaan darah lainnya yang bisa dilakukan adalah tes toleransi glukosa. Tes ini dilakukan pada keadaan tertentu, misalnya pada wanita hamil. Hal ini untuk mendeteksi diabetes yang sering terjadi pada wanita hamil.
Penderita berpuasa dan contoh darahnya diambil untuk mengukur kadar gula darah puasa. Lalu penderita diminta meminum larutan khusus yang mengandung sejumlah glukosa dan 2-3 jam kemudian contoh darah diambil lagi untuk diperiksa.
Hasil glukosa contoh darah dibandingkan dengan kriteria diagnostik gula darah terbaru yang dikeluarkan oleh PERKENI tahun 2006.
Sebelum berkembang menjadi diabetes tipe 2, biasanya selalu menderita pra-diabetes, yang memiliki gejala tingkat gula darah lebih tinggi dari normal tetapi tidak cukup tinggi untuk didiagnosa diabetes. Setidaknya 20% dari populasi usia 40 hingga 74 tahun menderita pra-diabetes.
Penelitian menunjukkan beberapa kerusakan dalam jangka panjang, terutama pada jantung dan sistem peredaran darah selama pra-diabetes ini. Dengan pre-diabetes, anda akan memiliki resiko satu setengah kali lebih besar terkena penyakit jantung. Saat Anda menderita diabetes, maka risiko naik menjadi 2 hingga 4 kali.
Akan tetapi, pada beberapa orang yang memiliki pra-diabetes, kemungkinan untuk menjadi diabetes dapat ditunda atau dicegah dengan perubahan gaya hidup. Diabetes dan pra-diabetes dapat muncul pada orang-orang dengan umur dan ras yang beragam, tetapi ada kelompok tertentu yang memiliki resiko lebih tinggi. (SPP)
Perlu perhatian khusus bagi penderita yang berusia di atas 65 tahun. Sebaiknya pemeriksaan dilakukan setelah berpuasa dan jangan setelah makan karena usia lanjut memiliki peningkatan gula darah yang lebih tinggi.
Kriteria Diagnostik Gula darah (mg/dL)
Bukan Diabetes Pra Diabetes Diabetes
Puasa < 110 110-125 > 126
Sewaktu < 110 110-199 > 200
Pemeriksaan darah lainnya yang bisa dilakukan adalah tes toleransi glukosa. Tes ini dilakukan pada keadaan tertentu, misalnya pada wanita hamil. Hal ini untuk mendeteksi diabetes yang sering terjadi pada wanita hamil.
Penderita berpuasa dan contoh darahnya diambil untuk mengukur kadar gula darah puasa. Lalu penderita diminta meminum larutan khusus yang mengandung sejumlah glukosa dan 2-3 jam kemudian contoh darah diambil lagi untuk diperiksa.
Hasil glukosa contoh darah dibandingkan dengan kriteria diagnostik gula darah terbaru yang dikeluarkan oleh PERKENI tahun 2006.
Sebelum berkembang menjadi diabetes tipe 2, biasanya selalu menderita pra-diabetes, yang memiliki gejala tingkat gula darah lebih tinggi dari normal tetapi tidak cukup tinggi untuk didiagnosa diabetes. Setidaknya 20% dari populasi usia 40 hingga 74 tahun menderita pra-diabetes.
Penelitian menunjukkan beberapa kerusakan dalam jangka panjang, terutama pada jantung dan sistem peredaran darah selama pra-diabetes ini. Dengan pre-diabetes, anda akan memiliki resiko satu setengah kali lebih besar terkena penyakit jantung. Saat Anda menderita diabetes, maka risiko naik menjadi 2 hingga 4 kali.
Akan tetapi, pada beberapa orang yang memiliki pra-diabetes, kemungkinan untuk menjadi diabetes dapat ditunda atau dicegah dengan perubahan gaya hidup. Diabetes dan pra-diabetes dapat muncul pada orang-orang dengan umur dan ras yang beragam, tetapi ada kelompok tertentu yang memiliki resiko lebih tinggi. (SPP)
Sulitnya Membaca Gejala Diabetes
Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan dikeluarkan melalui air kemih.
Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuri). Akibatnya, maka penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi).
Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, sehingga penderita mengalami penurunan berat badan. Untuk mengkompensasikan hal ini penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagi).
Gejala lainnya adalah pandangan kabur, pusing, mual dan berkurangnya ketahanan tubuh selama melakukan olah raga. Penderita diabetes yang gula darahnya kurang terkontrol lebih peka terhadap infeksi.
Diabetes Mellitus tipe 1 :
1. Timbul tiba-tiba.
2. Berkembang dengan cepat ke dalam suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum.
Diabetes Mellitus tipe 2 :
1. Tidak ada gejala selama beberapa tahun. Jika insulin berkurang semakin parah maka sering berkemih dan sering merasa haus.
2. Jarang terjadi ketoasi
Pada penderita diabetes tipe 1, terjadi suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum. Meskipun kadar gula di dalam darah tinggi tetapi sebagian besar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin, sehingga sel-sel ini mengambil energi dari sumber yang lain.
Sumber untuk energi dapat berasal dari lemak tubuh. Sel lemak dipecah dan menghasilkan keton, yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis).
Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan berkemih yang berlebihan, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah.
Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Tanpa pengobatan, ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.
Bahkan setelah mulai menjalani terapi insulin, penderita diabetes tipe 1 bisa mengalami ketoasidosis jika mereka melewatkan satu kali penyuntikan insulin atau mengalami stres akibat infeksi, kecelakaan atau penyakit yang serius.
Penderita diabetes tipe 2 bisa tidak menunjukkan gejala-gejala selama beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbullah gejala yang berupa sering berkemih dan sering merasa haus. Jarang terjadi ketoasidosis.
Jika kadar gula darah sangat tinggi (sampai lebih dari 1.000 mg/dL, biasanya terjadi akibat infeksi atau obat-obatan), maka penderita akan mengalami dehidrasi berat, yang bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang dan suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik. (SPP)
Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuri). Akibatnya, maka penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi).
Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, sehingga penderita mengalami penurunan berat badan. Untuk mengkompensasikan hal ini penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagi).
Gejala lainnya adalah pandangan kabur, pusing, mual dan berkurangnya ketahanan tubuh selama melakukan olah raga. Penderita diabetes yang gula darahnya kurang terkontrol lebih peka terhadap infeksi.
Diabetes Mellitus tipe 1 :
1. Timbul tiba-tiba.
2. Berkembang dengan cepat ke dalam suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum.
Diabetes Mellitus tipe 2 :
1. Tidak ada gejala selama beberapa tahun. Jika insulin berkurang semakin parah maka sering berkemih dan sering merasa haus.
2. Jarang terjadi ketoasi
Pada penderita diabetes tipe 1, terjadi suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum. Meskipun kadar gula di dalam darah tinggi tetapi sebagian besar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin, sehingga sel-sel ini mengambil energi dari sumber yang lain.
Sumber untuk energi dapat berasal dari lemak tubuh. Sel lemak dipecah dan menghasilkan keton, yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis).
Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan berkemih yang berlebihan, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah.
Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Tanpa pengobatan, ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.
Bahkan setelah mulai menjalani terapi insulin, penderita diabetes tipe 1 bisa mengalami ketoasidosis jika mereka melewatkan satu kali penyuntikan insulin atau mengalami stres akibat infeksi, kecelakaan atau penyakit yang serius.
Penderita diabetes tipe 2 bisa tidak menunjukkan gejala-gejala selama beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbullah gejala yang berupa sering berkemih dan sering merasa haus. Jarang terjadi ketoasidosis.
Jika kadar gula darah sangat tinggi (sampai lebih dari 1.000 mg/dL, biasanya terjadi akibat infeksi atau obat-obatan), maka penderita akan mengalami dehidrasi berat, yang bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang dan suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik. (SPP)
Ketahui Penyebab & Tipe Diabetes Mellitus
Diabetes terjadi jika tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup untuk mempertahankan kadar gula darah yang normal atau jika sel tidak memberikan respon yang tepat terhadap insulin.
Ada 2 tipe Diabetes Mellitus, yaitu:
1. Diabetes Mellitus tipe 1 (diabetes yang tergantung kepada insulin)
2. Diabettes Mellitus tipe 2 (diabetes yang tidak tergantung kepada insulin, NIDDM)
Diabetes Mellitus tipe 1 :
1. Penderita menghasilkan sedikit insulin atau sama sekali tidak menghasilkan insulin.
2. Umumnya terjadi sebelum usia 30 tahun, yaitu anak-anak dan remaja.
3. Para ilmuwan percaya bahwa faktor lingkungan (berupa infeksi virus atau faktor gizi pada masa kanak-kanak atau dewasa awal) menyebabkan sistem kekebalan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas. Untuk terjadinya hal ini diperlukan kecenderungan genetik.
4. 90% sel penghasil insulin (sel beta) mengalami kerusakan permanen. Terjadi kekurangan insulin yang berat dan penderita harus mendapatkan suntikan insulin secara teratur.
Diabetes Mellitus tipe 2 :
1. Pankreas tetap menghasilkan insulin, kadang kadarnya lebih tinggi dari normal. Tetapi tubuh membentuk kekebalan terhadap efeknya, sehingga terjadi kekurangan insulin relatif.
2. Bisa terjadi pada anak-anak dan dewasa, tetapi biasanya terjadi setelah usia 30 tahun
3. Faktor resiko untuk diabetes tipe 2 adalah obesitas dimana sekitar 80-90% penderita mengalami obesitas.
4. Diabetes Mellitus tipe 2 juga cenderung diturunkan secara genetik dalam keluarga.
Penyebab diabetes lainnya adalah:
1. Kadar kortikosteroid yang tinggi
2. Kehamilan diabetes gestasional), akan hilang setelah melahirkan.
3. Obat-obatan yang dapat merusak pankreas.
4. Racun yang mempengaruhi pembentukan atau efek dari insulin.
(SPP)
Diabetes terjadi jika tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup untuk mempertahankan kadar gula darah yang normal atau jika sel tidak memberikan respon yang tepat terhadap insulin.
Ada 2 tipe Diabetes Mellitus, yaitu:
1. Diabetes Mellitus tipe 1 (diabetes yang tergantung kepada insulin)
2. Diabettes Mellitus tipe 2 (diabetes yang tidak tergantung kepada insulin, NIDDM)
Diabetes Mellitus tipe 1 :
1. Penderita menghasilkan sedikit insulin atau sama sekali tidak menghasilkan insulin.
2. Umumnya terjadi sebelum usia 30 tahun, yaitu anak-anak dan remaja.
3. Para ilmuwan percaya bahwa faktor lingkungan (berupa infeksi virus atau faktor gizi pada masa kanak-kanak atau dewasa awal) menyebabkan sistem kekebalan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas. Untuk terjadinya hal ini diperlukan kecenderungan genetik.
4. 90% sel penghasil insulin (sel beta) mengalami kerusakan permanen. Terjadi kekurangan insulin yang berat dan penderita harus mendapatkan suntikan insulin secara teratur.
Diabetes Mellitus tipe 2 :
1. Pankreas tetap menghasilkan insulin, kadang kadarnya lebih tinggi dari normal. Tetapi tubuh membentuk kekebalan terhadap efeknya, sehingga terjadi kekurangan insulin relatif.
2. Bisa terjadi pada anak-anak dan dewasa, tetapi biasanya terjadi setelah usia 30 tahun
3. Faktor resiko untuk diabetes tipe 2 adalah obesitas dimana sekitar 80-90% penderita mengalami obesitas.
4. Diabetes Mellitus tipe 2 juga cenderung diturunkan secara genetik dalam keluarga.
Penyebab diabetes lainnya adalah:
1. Kadar kortikosteroid yang tinggi
2. Kehamilan diabetes gestasional), akan hilang setelah melahirkan.
3. Obat-obatan yang dapat merusak pankreas.
4. Racun yang mempengaruhi pembentukan atau efek dari insulin.
(SPP)
Apa si Diabetes Melitus ?
Diabetes mellitus adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup.
Insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh pankreas, yang bertanggungjawab dalam mempertahankan kadar gula darah yang normal. Insulin memasukkan gula ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi.
Nah, berapa kadar gula darah yang disebut tinggi? Menurut kriteria diagnostik PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) 2006, seseorang dikatakan menderita diabetes jika memiliki kadar gula darah puasa >126 mg/dL dan pada tes sewaktu >200 mg/dL.
Kadar gula darah sepanjang hari bervariasi dimana akan meningkat setelah makan dan kembali normal dalam waktu 2 jam.
Kadar gula darah yang normal pada pagi hari setelah malam sebelumnya berpuasa adalah 70-110 mg/dL darah. Kadar gula darah biasanya kurang dari 120-140 mg/dL pada 2 jam setelah makan atau minum cairan yang mengandung gula maupun karbohidrat lainnya.
Kadar gula darah yang normal cenderung meningkat secara ringan tetapi progresif (bertahap) setelah usia 50 tahun, terutama pada orang-orang yang tidak aktif bergerak.
Peningkatan kadar gula darah setelah makan atau minum merangsang pankreas untuk menghasilkan insulin sehingga mencegah kenaikan kadar gula darah yang lebih lanjut dan menyebabkan kadar gula darah menurun secara perlahan.
Ada cara lain untuk menurunkan kadar gula darah yaitu dengan melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga karena otot menggunakan glukosa dalam darah untuk dijadikan energi. (SPP)
Insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh pankreas, yang bertanggungjawab dalam mempertahankan kadar gula darah yang normal. Insulin memasukkan gula ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi.
Nah, berapa kadar gula darah yang disebut tinggi? Menurut kriteria diagnostik PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) 2006, seseorang dikatakan menderita diabetes jika memiliki kadar gula darah puasa >126 mg/dL dan pada tes sewaktu >200 mg/dL.
Kadar gula darah sepanjang hari bervariasi dimana akan meningkat setelah makan dan kembali normal dalam waktu 2 jam.
Kadar gula darah yang normal pada pagi hari setelah malam sebelumnya berpuasa adalah 70-110 mg/dL darah. Kadar gula darah biasanya kurang dari 120-140 mg/dL pada 2 jam setelah makan atau minum cairan yang mengandung gula maupun karbohidrat lainnya.
Kadar gula darah yang normal cenderung meningkat secara ringan tetapi progresif (bertahap) setelah usia 50 tahun, terutama pada orang-orang yang tidak aktif bergerak.
Peningkatan kadar gula darah setelah makan atau minum merangsang pankreas untuk menghasilkan insulin sehingga mencegah kenaikan kadar gula darah yang lebih lanjut dan menyebabkan kadar gula darah menurun secara perlahan.
Ada cara lain untuk menurunkan kadar gula darah yaitu dengan melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga karena otot menggunakan glukosa dalam darah untuk dijadikan energi. (SPP)
Penderita Diabetes 21,3 Juta Jiwa pada 2030
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, penderita diabetes di Indonesia diperkirakan akan mengalami kenaikan dari 8,4 juta jiwa pada 2000, menjadi 21,3 juta jiwa pada 2030. “Tingginya angka kesakitan tersebut, menjadikan Indonesia menduduki ranking ke-4 dunia, setelah Amerika Serikat, India dan Cina,” kata Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Departemen Kesehatan, Yusharmen, di Jakarta, Kamis.
Menurutnya, berdasarkan hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT), terjadi peningkatan prevalensi diabetes militus (DM) dari tahun 2001 sebesar 7,5 persen menjadi 10,4 persen pada 2004. Sementara itu hasil survei BPS tahun 2003 menyatakan bahwa prevalensi DM mencapai 14,7 persen di perkotaan dan 7,2 persen di pedesaan. Peningkatan ini seiring dengan peningkatan faktor resiko yaitu obesitas (kegemukan), kurang aktivitas fisik, kurang konsumsi serat tinggi lemak, merokok hiperkolestrol dan lain-lain.
Prevalensi faktor resiko Diabetes Melitus (DM) dari 2001-2004 yaitu obesitas dari 12,7 persen menjadi 18,3 persen, hiperglikemia dari 7,9 persen menjadi 11,3 persen, dan hiperkolestrol dari 6,5 menjadi 12,9 persen. Sedangkan berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2000 prevalensi merokok di Indonesia sebesar 31,8 persen dan meningkat menjadi 32 persen pada tahun 2003 dan 35 persen pada 2004.
Diabetes atau kencing manis, kata dr Yusharmen, adalah penyakit metabolisme yang ditandai tingginya kadar gula dalam darah, penyakit ini juga sering disebut “the great imitator” karena dapat menyerang semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai keluhan. “Penyakit ini timbul perlahan-lahan sehingga seseorang tidak menyadari berbagai perubahan dalam dirinya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, DM ditandai dengan gejala banyak minum (mudah haus), banyak kencing pada malam hari, banyak makan, mudah lelah serta kadang-kadang mengalami penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
Gejala-gejala tersebut dapat diketahui pada pemeriksaan gula darah sewaktu hasilnya lebih besar dari 200 atau pada pemeriksaan setelah 8 jam hasilnya lebih dari 126.
Diabetes dapat dikendalikan antara lain dengan kontrol gula darah secara teratur, makan dengan gizi seimbang dan terencana, tidak merokok karena merokok dapat mengakibatkan kondisi yang tahan terhadap insulin dan berolah raga secara teratur misalnya dengan berjalan kaki, demikian dr. Yusharmen.
Sumber : rumahdiabetes.com (SPP)
Menurutnya, berdasarkan hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT), terjadi peningkatan prevalensi diabetes militus (DM) dari tahun 2001 sebesar 7,5 persen menjadi 10,4 persen pada 2004. Sementara itu hasil survei BPS tahun 2003 menyatakan bahwa prevalensi DM mencapai 14,7 persen di perkotaan dan 7,2 persen di pedesaan. Peningkatan ini seiring dengan peningkatan faktor resiko yaitu obesitas (kegemukan), kurang aktivitas fisik, kurang konsumsi serat tinggi lemak, merokok hiperkolestrol dan lain-lain.
Prevalensi faktor resiko Diabetes Melitus (DM) dari 2001-2004 yaitu obesitas dari 12,7 persen menjadi 18,3 persen, hiperglikemia dari 7,9 persen menjadi 11,3 persen, dan hiperkolestrol dari 6,5 menjadi 12,9 persen. Sedangkan berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2000 prevalensi merokok di Indonesia sebesar 31,8 persen dan meningkat menjadi 32 persen pada tahun 2003 dan 35 persen pada 2004.
Diabetes atau kencing manis, kata dr Yusharmen, adalah penyakit metabolisme yang ditandai tingginya kadar gula dalam darah, penyakit ini juga sering disebut “the great imitator” karena dapat menyerang semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai keluhan. “Penyakit ini timbul perlahan-lahan sehingga seseorang tidak menyadari berbagai perubahan dalam dirinya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, DM ditandai dengan gejala banyak minum (mudah haus), banyak kencing pada malam hari, banyak makan, mudah lelah serta kadang-kadang mengalami penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
Gejala-gejala tersebut dapat diketahui pada pemeriksaan gula darah sewaktu hasilnya lebih besar dari 200 atau pada pemeriksaan setelah 8 jam hasilnya lebih dari 126.
Diabetes dapat dikendalikan antara lain dengan kontrol gula darah secara teratur, makan dengan gizi seimbang dan terencana, tidak merokok karena merokok dapat mengakibatkan kondisi yang tahan terhadap insulin dan berolah raga secara teratur misalnya dengan berjalan kaki, demikian dr. Yusharmen.
Sumber : rumahdiabetes.com (SPP)
Diabetes Penyebab Kematian Utama Kedua di Perkotaan
Penyakit diabetes mellitus (DM) atau yang biasa disebut kencing manis, telah menjadi penyebab kematian utama kedua pada penduduk usia 45-54 tahun di wilayah perkotaan.
Menurut Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama di Jakarta, Kamis (5/11), diabetes mengakibatkan 4,7 persen kematian penduduk perkotaan pada kelompok usia tersebut.
Sementara prevalensi nasional diabetes berdasarkan hasil pemeriksaan gula darah pada penduduk umur di atas 15 tahun di perkotaan, kata Tjandra mengutip Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2007, sebanyak 15,7 persen.
“Dan hampir 80 persen kasus adalah diabetes tipe dua. Artinya, gaya hidup yang tidak sehat menjadi pemicu utama peningkatan kasus diabetes di Indonesia,” kata Tjandra.
Hal itu didukung oleh hasil Riskesdas Tahun 2007 yang menunjukkan tingginya jumlah penduduk yang mengalami obesitas (kegemukan), kurang banyak mengonsumsi buah dan sayur, kurang melakukan kegiatan fisik dan merokok.
Prevalensi nasional obesitas umum pada penduduk usia di atas 15 tahun mencapai 10,3 persen, prevalensi kurang makan buah dan sayur sebanyak 93,6 persen, prevalensi kurang kegiatan fisik 48,2 persen dan prevalensi merokok 23,7 persen.
Menurut Tjandra, pemerintah berusaha mengendalikan faktor risiko untuk menurunkan kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat diabetes. Faktor risiko yang dimaksud, yakni konsumsi sayur dan buah rendah, kurang berolahraga, obesitas, hipertensi, kebiasaan merokok, hiperglikemia, hiperkolesterol, dan konsumsi alkohol.
“Fokusnya pada pencegahan dini dengan upaya promotif dan preventif, tapi tentu tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif,” kata Tjandra.
Hal itu, kata dia, antara lain dilakukan dengan mengampanyekan penerapan perilaku hidup sehat kepada seluruh kelompok masyarakat melalui para pendidik dan kader kesehatan.
note : PT. Mahkotadewa Indonesia memproduksi ramuan untuk pencegahan dan penyembuhan Diabetes Mellitus yaitu berupa Kapsul, dan Ramuan Paket Diabetes.
sumber : kompas.com (SPP)
Menurut Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama di Jakarta, Kamis (5/11), diabetes mengakibatkan 4,7 persen kematian penduduk perkotaan pada kelompok usia tersebut.
Sementara prevalensi nasional diabetes berdasarkan hasil pemeriksaan gula darah pada penduduk umur di atas 15 tahun di perkotaan, kata Tjandra mengutip Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2007, sebanyak 15,7 persen.
“Dan hampir 80 persen kasus adalah diabetes tipe dua. Artinya, gaya hidup yang tidak sehat menjadi pemicu utama peningkatan kasus diabetes di Indonesia,” kata Tjandra.
Hal itu didukung oleh hasil Riskesdas Tahun 2007 yang menunjukkan tingginya jumlah penduduk yang mengalami obesitas (kegemukan), kurang banyak mengonsumsi buah dan sayur, kurang melakukan kegiatan fisik dan merokok.
Prevalensi nasional obesitas umum pada penduduk usia di atas 15 tahun mencapai 10,3 persen, prevalensi kurang makan buah dan sayur sebanyak 93,6 persen, prevalensi kurang kegiatan fisik 48,2 persen dan prevalensi merokok 23,7 persen.
Menurut Tjandra, pemerintah berusaha mengendalikan faktor risiko untuk menurunkan kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat diabetes. Faktor risiko yang dimaksud, yakni konsumsi sayur dan buah rendah, kurang berolahraga, obesitas, hipertensi, kebiasaan merokok, hiperglikemia, hiperkolesterol, dan konsumsi alkohol.
“Fokusnya pada pencegahan dini dengan upaya promotif dan preventif, tapi tentu tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif,” kata Tjandra.
Hal itu, kata dia, antara lain dilakukan dengan mengampanyekan penerapan perilaku hidup sehat kepada seluruh kelompok masyarakat melalui para pendidik dan kader kesehatan.
note : PT. Mahkotadewa Indonesia memproduksi ramuan untuk pencegahan dan penyembuhan Diabetes Mellitus yaitu berupa Kapsul, dan Ramuan Paket Diabetes.
sumber : kompas.com (SPP)
Langganan:
Komentar (Atom)