“Seorang Pimpinan belum tentu dapat disebut sebagai Pemimpin, demikian juga sebaliknya. Seorang Pemimpin belum tentu menjadi Pimpinan.“
Itulah fakta yang umum terjadi pada kebanyakan Pimpinan atau Pemimpin model sekarang ini baik di perusahaan bisnis atau organisasi sosial. Seharusnya seorang Pimpinan adalah orang yang mempunyai kemampuan sebagai Pemimpin, yaitu :
* Dapat dipercaya oleh pengikutnya / follower
* Mempunyai pengaruh positif yang kuat terhadap pengikutnya / follower
* Saling melayani dengan pengikutnya
* Mampu menjadi navigator yang handal
* Menumbuhkan kreativitas pengikutnya, dst….
Atau dengan kata lain, seorang Pimpinan adalah orang yang mempunyai kemampuan sebagai Pemimpin didukung dengan “kekuasaan”, sehingga kemajuan organisasi yang dipimpin berbanding lurus dengan kemajuan para pengikutnya (kaya statistik aja.
Tetapi seiring berkembangnya jaman, arti kata Pimpinan mulai bergeser ke arah negatif (Pimpinan hanya identik dengan kekuasaan, bukan kemampuan untuk memimpin, karena kebanyakan dari mereka agak lebih mementingkan diri/golongan & selalu melayani minta dilayani jangan tanya kenapa ?.
Sebaliknya, arti kata Pemimpin pun bergeser ke arah positif. Tapi jika tidak didukung oleh Pimpinan yang notabene mempunyai “kekuasaan”, Pemimpin yang sejati ini lebih mirip seperti katak dalam tempurung.
Berikut adalah contoh pengalaman saya tentang Pimpinan Vs Pemimpin :
Suatu ketika … didepan salah satu customer, saya pernah mendengar statement seorang Pemimpin Pimpinan yang mengatakan “sekarang giliran dia menjadi pemimpin, nanti yang lain tunggu giliran“.
Di lain kesempatan, customer tersebut pernah bertanya ke saya perihal statement diatas, emang untuk menjadi seorang Pemimpin tuh nunggu giliran?
Kalau begitu, siapa dong yang layak disebut Pemimpin? hanya orang – orang yang berada di kuadran delegating (seperti pada artikel kepemimpinan saya yang terakhir) yang ideal untuk disebut Pemimpin.
Jadi, banggakah anda jika pengikut anda menyebut anda sebagai Pimpinan mereka ?
itu semua kembali ke anda sendiri, salam. (SPP)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar